Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia. Tampilkan semua postingan

23 Januari 2010

Chavez: Senjata Tektonik AS Penyebab Gempa Haiti

CARACAS - Pemimpin Venezuela Hugo Chavez Rabu menuduh Amerika Serikat menyebabkan kehancuran di Haiti dengan menguji sebuah 'senjata tektonik' karena menyebabkan bencana gempa bumi yang melanda negeri tersebut pada minggu lalu.

Presiden Chavez mengatakan AS "bermain Tuhan" dengan menguji perangkat yang mampu menciptakan bencana jenis ekologi semacam itu, surat kabar Spanyol ABC mengutip pernyataannya.

Sebuah gempa berkekuatan 7,0 mengguncang negara miskin itu pada 12 Januari dan menewaskan sekitar 100.000 hingga 200.000 orang. Sementara Haiti menanti bantuan dunia untuk kebutuhan dasar, para pejabat mengatakan bahaya terbesar yang dihadapi korban selamat adalah luka-luka yang tidak dirawat dan meningkatnya penyakit.
Setelah gempa, permohonan bantuan kemanusiaan yang ditanggapi secara global. Namun, bangsa itu berjuang dengan kekerasan dan penjarahan karena bantuan yang masih belum cukup untuk puluhan ribu korban yang kehilangan tempat tinggal dan luka-luka.
Chavez mengatakan gempa bumi 'pembunuh' itu mengikuti adanya uji coba "senjata gempa bumi" tak jauh dari lepas pantai Haiti. Dia tidak menguraikan sumber klaimnya.
Chavez mengatakan ini "senjata gempa bumi" ini pada akhirnya akan digunakan terhadap Iran dan akan diambil alih oleh militer AS.
Para pemimpin terang-terangan sebelumnya menuduh AS menduduki Haiti "di bawah kedok bencana alam."
Setidaknya 11.000 tentara AS telah dikirim ke negara itu untuk memberikan keamanan bagi upaya distribusi bantuan.
Media Venezuela melaporkan bahwa gempa bumi itu "mungkin terkait dengan proyek yang disebut HAARP, sebuah sistem yang dapat menghasilkan perubahan iklim yang tak terduga dan keras."
HAARP, High Frequency Active Auroral Research Program, adalah studi berjalan di Alaska diarahkan pada rekonfigurasi sifat-sifat ionosfer bumi untuk meningkatkan kemampuan satelit komunikasi.
Mantan Menteri Pertahanan AS William Cohen pada tahun 1997 menyatakan prihatin terhadap negara-negara yang terlibat "dalam terorisme jenis ekologi dimana mereka dapat mengubah iklim, merancang gempa bumi, gunung berapi dari jarak jauh melalui penggunaan gelombang elektromagnetik."
HAARP telah dipenuhi dengan kontroversi sejak pertengahan 1990-an ketika Negara bagian Rusia, Duma mengeluarkan siaran pers yang ditulis oleh urusan pertahanan internasional dan masyarakat pada HAARP dan ditandatangani oleh 90 deputi."Amerika menciptakan senjata geofisika integral baru yang dapat mempengaruhi medium dekat-Bumi dengan gelombang radio frekuensi tinggi ... Signifikansi dari lompatan kualitatif ini dapat dibandingkan dengan transisi dari baja dingin hingga senjata api, atau dari senjata konvensional hingga senjata nuklir. Jenis senjata baru ini berbeda dari tipe sebelumnya pada medium dekat-Bumi sekaligus menjadi objek dari pengaruh langsung dan komponennya
Presiden Venezuela, Hugo Chavez, menuduh AS memanfaatkan gempa yang menyerang Haiti untuk menguasai negara tersebut.
Pada hari Minggu (17 Januari 2010), dalam sebuah acara TV mingguan, Chavez mengolok-olok pasukan militer AS yang dikirim ke Haiti sebagai “pasukan yang dipersenjatai seperti tentara mau perang”.
“Saya baca bahwa 3000 tentara berdatangan, para marinir dipersenjatai seperti tentara yang akan berperang. Disana, senjata tidak kurang-kurang. Ya ampun. Dokter, obat-obatan, bahan bakar, rumah sakit di tanah lapang, itulah yang seharusnya dikirim oleh AS,” kata Chavez.
“Yang paling penting, Anda tidak melihat mereka di jalanan. Apakah mereka mengangkati mayat-mayat? ... Apakah mereka mencari korban yang terluka? Anda tidak melihat semua itu. Saya belum melihat mereka. Dimana mereka?” lanjut Chavez.“Mereka menjajah Haiti secara terselubung”, tandas Chavez.
Meski berkomentar pedas, Chavez menyatakan bahwa ia tak bermaksud menyurutkan upaya kemanusiaan yang diambil oleh AS. Ia hanya bermaksud mempertanyakan apa perlunya mengirim sedemikian banyak pasukan.
Chavez berjanji bahwa Venezuela akan mengirim bensin sebanyak yang diperlukan untuk transportasi dan produksi listrik di Haiti. Caracas telah mengirim beberapa pesawat beserta para dokter, bantuan, dan beberapa tentara ke Haiti. Disamping itu, sebuah misi Rusia-Venezuela akan diberangkatkan ke Haiti pada hari Senin.

Sumber : Suara Media

Selanjutnya...
Bookmark and Share

22 Desember 2009

140 Juta Orang Arab Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Hampir 140 juta orang Arab hidup di bawah garis kemiskinan, menurut sebuah laporan yang diterbitkan Minggu oleh Program Pembangunan PBB dan Liga Arab.

Laporan bersama itu menekankan, "tidak ada penurunan dalam tingkat kemiskinan di kawasan Arab dalam 20 tahun terakhir", dan di sejumlah negara bahkan terjadi kenaikan.

"Tingkat kemiskinan secara keseluruhan tetap tinggi, rata-rata mencapai 40 persen, yang berarti hampir 140 juta orang Arab terus hidup di bawah garis kemiskinan,"katanya.
Laporan itu, yang berjudul "Tantangan Pembangunan bagi Kawasan Arab: Sebuah Pendekatan Pembangunan Kemanusiaan", juga menunjukkan bahwa pengangguran kaum muda di negara-negara Arab merupakan "yang tertinggi di dunia".

"Proporsi kaum muda pada total populasi pengangguran mencapai lebih dari 50 persen di sebagian besar negara Arab," katanya.

Tantangan bagi negara-negara Arab adalah menyediakan "51 juta pekerjaan baru dalam 10 tahun mendatang", yang tidak akan mengurangi tingkat pengangguran namun membantu "mencegah kenaikannya dan menjaga tingkat yang ada saat ini hingga 2020".

Laporan itu disusun menjelang pertemuan puncak dunia pada September tahun depan yang menandai tahun kesepuluh pengesahan Sasaran Milenium, ketika para pemimpin dunia berjanji mengurangi tingkat kemiskinan dan kelaparan hingga separuh sebelum 2015.(*)

sumber : AntaraNews

Selanjutnya...
Bookmark and Share

18 November 2009

NASA: Kiamat Tahun 2012 Hanya Bualan

Saat ini selain kasus cicak dan buaya yang kelihatannya sudah mulai kehilangan penggemar, maka tema yang mulai sering dibicarakan adalah mengenai isu kiamat 2012. Pro kontra kiamat 2012 sepertinya masih terus berlanjut, hal ini dikarenakan adanya beberapa tuduhan dari sejumlah website yang menuduh NASA atau Badan Antariksa Amerika yang mencoba menutupi kebenaran akan hari hancurnya bumi tersebut. NASA mengecam bahwa berita kiamat yang ramai dibicarakan di Internet tersebut hanyalah sebagai bualan.

Belum ada fakta yang menyatakan hal tersebut. Jikalau pun akan terjadi, maka astronom pasti sudah bisa memperkirakannya sejak satu dekade terakhir, dan pasti sudah terlihat sekarang. Bahkan ilmuwan yang ahli di seluruh dunia juga tahu, bahwa tidak ada kiamat 2012.“ tukas NASA.
Dalam teori kiamat itu, juga disebut bahwa posisi bumi, matahari, dan pusat galaksi Bima Sakti bakal dalam satu garis lurus. Menurut NASA, “Setiap Desember, Bumi dan matahari dalam satu garis lurus dengan pusat Galaksi Bima Sakti tapi kejadian tahunan itu tidak ada dampak apapun. Belum ada fakta yang menyatakan hal tersebut. Jikalau pun akan terjadi, maka astronom pasti sudah bisa memperkirakannya sejak satu dekade terakhir, dan pasti sudah terlihat sekarang. Bahkan ilmuwan yang ahli di seluruh dunia juga tahu, bahwa tidak ada kiamat 2012.“

Bahkan, suku Maya di Guatemala dan Mexico, juga lalu menepis dugaan hari hancurnya bumi tersebut. NASA juga menjelaskan, sikap suku Maya yang melihat perkembangan kiamat 2012 hanya menjadi campuran kebingungan dan kekesalan kepada apa yang dianggap sebagai distorsi Barat yang mengganggu tradisi dan keyakinan mereka.

Yang pasti industri film Holywood paling jago memanfaatkan isu kiamat 2012 ini yakni dengan meluncurkan film tentang kiamat dengan judul ‘2012’. Naluri bisnis mereka emang top, serta hidung mereka paling tajam mengendus aroma uang.

sumber : klikp21.com
ilustrasi : media.kickstatic.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

28 Juli 2009

David Miliband : Perang Melawan Taliban akan Sukses jika Taliban dipecahbelah

Apalagi yang dilakukan Barat untuk menguasai negeri Muslim jika tidak dengan cara memecah belah. Strategi pecah belah ala kolonialisme itu secara terbuka dilontarkan oleh Menlu Inggris David Miliband dalam pidatonya di markas besar NATO di Brussel, Belgia, Senin (27/7).
Pada kesempatan itu, Miliband mengatakan untuk memaksa Taliban menyerah tidak cukup dengan kekuatan besar dan perlawanan senjata saja. "Kita harus bekerja sama dengan pemerintah Afghanistan untuk memisahkan antara Taliban yang menganut ideologi garis keras dengan Taliban yang bisa diajak untuk ikut serta dalam proses politik di dalam negeri," kata Miliband.

Ia meyakini bahwa strategi memecah belah Taliban merupakan kunci untuk memenangkan perang di Afghanistan melawan Taliban. "Dengan bantuan dunia internasional, perang melawan Taliban akan sukses jika Taliban dipecahbelah menjadi beberapa kelompok dan dengan meyakinkan rakyat Afghanistan bahwa kita tidak akan meninggalkan mereka sendiri di tengah Taliban. Selain itu, harus dibangun pemerintahan yang memiliki legitimasi di Afghanistan," tukas Miliband.
Menurutnya, kelompok nasionalis Pashtun - salah satu suku di Afghanistan - yang ingin menerapkan hukum Islam secara lokal, harus dipisahkan dari kelompok-kelompok yang gemar melakukan kekerasan dengan dalih jihad global. Kelompok nasionalis itu, kata Miliband, juga harus diberikan peran politik yang cukup agar mereka meninggalkan cara-cara konfrontasi dengan pemerintah.
Di sini, Miliband mendesak pemerintah Afghanistan yang saat ini dipimpin oleh Presiden Hamid Karzai - presiden Afghanistan yang didukung Barat - untuk merangkul para militan yang mengangkat senjata demi uang, karena tidak memiliki pekerjaan atau terpaksa ikut terlibat dalam perlawanan.
Bersamaan dengan pernyataan Menlu Inggris, Presiden Afghanistan Hamid Karzai berhasil membujuk kelompok Taliban di provinsi Badghis untuk menandatangani kesepakatan gencatan senjata, yang menjadi kesepakatan pertama yang berhasil dicapai anatara pemerintah Afghanistan dan kelompok Taliban.
"Gencatan senjata sudah dilakukan sejak hari Sabtu kemarin di distrik Bala Murghab, provinsi Badghis lewat mediasi antara pihak pemerintah dengan para sesepuh dan pemuka masyarakat di provinsi itu," kata jubir Karzai, Siamak Herawi.
Negosiasi berlangsung selama hampir 20 hari sebelum kedua belah pihak menandatangani dokumen kesepakatan, disusul dengan penarikan mundur militan Taliban dari wilayah Bala Murghab. Berdasarkan isi kesepakatan, Taliban di wilayah tersebut setuju untuk tidak melakukan serangan terhadap para kandidat peserta pemilu dari provinsi Badghis dan mengijinkan berdirinya kantor-kantor yang akan menjadi posko kampanye para kandidat.
"Di seluruh Afghanistan, baru di provinsi ini kami mencapai kesepakatan dengan Taliban. Kesepakatan ini akan menjadi model di provinsi-provinsi lainnya," kata Herawi.
Kelompok Taliban di provinsi Badghis termasuk kelompok yang agresif melakukan perlawanan terhadap kepentingan-kepentingan pemerintahan Afghanistan maupun terhadap pasukan Barat. Pada November 2008, Taliban di kawasan ini menyerang konvoi militer yang menewaskan 13 tentara dan polisi Afghanistan.
Apakah kelompok Taliban di wilayah lain akan mengikuti kesepakatan antara militan Taliban di Badghis dengan pemerintah Afghanistan dan menjadi awal perpecahan di kalangan para militan Taliban? Sulit diprediksi mengingat Taliban sendiri terdiri dari banyak kelompok. Tapi pimpinan Taliban Afghanistan Mullah Omar, berupaya melakukan sentralisasi sistem komando Taliban dalam buku "kode etik" Taliban baru yang dirilis hari Senin kemarin.

sumber : eramuslim

Selanjutnya...
Bookmark and Share

23 Juli 2009

Gedung Putih Akui Kondisi Suram Perekonomian AS

Sebagaimana dilansir kantor berita Associated Press (AP), laporan musim panas anggaran tahunan pemerintah AS memperlihatkan defisit anggaran, pengangguran, dan menurunnya pertumbuhan ekonomi di negara itu.

Realita ini jelas berbeda jauh dengan prediksi Presiden AS, Barack Obama pada Februari lalu. Kondisi ini dapat menjadi kendala bagi pengesahan sejumlah draft usulan Obama tentang pemanasan global dan reformasi di bidang kesehatan oleh Kongres.

Pemerintahan Obama awal tahun ini memprediksikan angka pengangguran sebesar sembilan persen tanpa memperhatikan pengaruh paket stimulus ekonomi dan delapan persen dengan melihat dampak paket tersebut.

Kendati Kongres telah mensahkan paket stimulus ekonomi 787 miliar USD, angka pengangguran diperkirakan akan mencapai dua digit pada bulan-bulan mendatang

Sumber : Hidayatullah.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

10 Juli 2009

Bunuh Diri di Kalangan Militer AS Meningkat

Bunuh diri di kalangan militer Amerika Serikat meningkat mencapai 88 kasus pada enam bulan pertama tahun ini, dibanding 67 kasus pada periode sama 2008, menurut data Pentagon yang dikeluarkan Kamis.

Angka terakhir itu dikonfirmasikan sebagai peringatan dari para perwira tinggi AS bahwa jumlah kasus bunuh diri di kalangan tentara yang sedang menjalankan tugas aktif dalam tahun ini melewati rekor sebelumnya 2008.

Pada tahun lalu, 128 tentara mengakhiri hidupnya, atau naik dari 115 pada 2007, di tengah berulangnya pelaksanaan tugas-tugas tempur.

Kasus bunuh diri 2008 di kalangan prajurit dinas aktif meningkat menjadi 20,2 persen per 100.000, melampaui angka bunuh diri berdasarkan demografi nasional 19,5 persen per 100.000 pada 2005, menurut catatan tahun lalu.

Dari 88 kasus bunuh diri yang dilaporkan dalam tahun ini, 54 di antaranya dibenarkan dan 34 lainnya masih dalam penyelidikan, kata pernyataan Departemen Pertahanan.

Sekitar 90 persen dari kasus tersebut sebelumnya, dugaan bunuh diri telah dibenarkan, kata para pejabat.

"Setiap tentara yang bunuh diri mempunyai latar belakang yang berbeda dalam melakukan hal itu," kata Brigjen Collen McGuire, direktur satuan tugas pencegahan bunuh diri di kalangan militer.

"Meskipun bunuh diri bisa berdampak pada siapapun, kami mendapati bahwa prajurit pria, terutama dalam menjalankan tugas tempur, berusia antara 18 sampai 27 tahun yang banyak melakukannya," kata McGuire.

Pihak militer telah merespon masalah makin meningkat ini dengan menambah program pencegahan bunuh diri, termasuk upaya-upaya dalam menyaring masalah kesehatan mental tentara, serta melakukan kegiatan untuk mengurangi stigma yang mencegah tentara memerlukan perawatan berkaitan dengan masalah itu.

Trauma pertempuran berpadu dengan dampak berulangnya tugas telah menimbulkan meningkatnya rekor bunuh diri di seluruh tugas angkatan bersenjata dan khususnya pada Militer AS, yang memikul beban berat dalam perang di Irak dan Afghanistan.

sumber : antaranews

Selanjutnya...
Bookmark and Share

07 Juli 2009

Saudi Membuka Wilayahnya untuk Pesawat Militer Israel

Surat kabar Inggris Sunday Times pada edisi Ahad (5/7) hari ini mengabarkan, kepala badan intelejen Israel Mosad Mir Dajan menyatakan kepada PM Israel Benjamin Netanyahu jika Saudi Arabia memberikan izin kepada Israel sekaligus membuka wilayahnya untuk pesawat-pesawat terbang Israel.
Saudi Arabia memberikan izin dan pembukaan wilayahnya kepada Israel tersebut terkait rencana negara Zionis itu yang akan menyerang pos-pos instalasi nuklir Iran.

Mir Dajan, yang mulai menjabat sebagai kepala Mosad sejak 2002 silam itu telah melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa pejabat tinggi Saudi Arabia pada awal tahun ini. Kedua belah pihak membahas kemungkinan rencana tersebut.
Sunday Times juga menambahkan, meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik yang resmi, namun sejak tahun 2002 silam itu juga Dajan kerap mengadakan pertemuan tertutup dan terorganisir dengan para pejabat Saudi Arabia.
Terkait hal ini, John Bolton, mentan duta besar Amerika untuk PBB yang baru-baru ini mengunjungi kawasan Teluk Arab, termasuk di dalamnya Saudi Arabia, membenarkan kemungkinan besar Israel menggunakan wilayah udara Saudi untuk menyerang Iran. "Hal tersebut sangat logis," papar Bolton.
Sebelumnya, beberapa surat kabar Israel juga sering menyiarkan adanya pertemuan tertutup antara pada pejabat negerinya, semisal mantan PM Ehud Olmert, dengan para pejabat Saudi Arabia.
Terkait gonjang-ganjing ini, Saudi Arabia menampik semua berita tersebut. Kantor PM Netanyahu di Israel juga menolak kebenaran kabar tersebut.
"Israel tidak mengadakan kesepakatan dengan Saudi Arabia terkait rencana tersebut. Berita yang dilansir Sunday Times juga tidak benar," demikian disampaikan sumber kantor PM Israel sebagaimana dimuat surat kabar Israel Yedeot Ahronot.
Di pihak yang lain, kepala majlis rakyat Kuwair, Shaikh Jassim al-Khurafi juga membantah warta yang menyebutkan Kuwait memberikan izin kepada Israel untuk melewati wilayah udara negaranya.
"Kuwait tidak melakukan pertemuan terkait masalah ini sama sekali dengan Israel," tutur al-Khurafi.
Bantahan al-Khurafi tersebut disampaikan menyusul beredarnya berita di beberapa surat kabar Israel jika negara-negara Teluk Arab membuka wilayahnya dan mengizinkan Israel untuk melewatinya.

sumber : eramuslim

Selanjutnya...
Bookmark and Share

02 Juli 2009

Vatikan : Sistem Keuangan Islam Menjadi Alternative Kapitalisme

Vatikan menawarkan prinsip-prinsip keuangan Islam kepada bank-bank di Barat, yang sekarang menghadapi krisis, dan sebagai alternative bagi sistem kapitalisme. Pernyataan yang mengejutkan itu, dilansir oleh harian milik Vatikan, ‘L’Osservatore Romano’, yang membuat laporan, di mana sistem bank Islam dapat menolong krisis global. Pernyataan harian ‘L’Osservatore Romano’ itu, seperti dikutip harian-harian di Turki.

Vatikan menyatakan, bank-bank dapat melihat prinsip-prinsip sistem ekonomi Islam, guna menyelamatkan sistem perbankan mereka yang sekarang ini dilanda krisis ekonomi secara global. Para bankir yang menangani bank-bank konvensional, yang sedang bergelut dengan krisis, sekarang dapat mengambil pelajaran dari sistem keuangan Islam, bagaimana mereka berhubungan dengan para client (nasabah) mereka secara baik, di tengah-tengah krisis ekonomi yang terus menghantui. Sementara itu, pejabat Vatikan, menilai tulisan di harian ‘L’Osservatore Romano’ itu, memberikan perhatian terhadap artikel itu.
Penulis di harian itu, Loretta Napoleoni dan Abax bank, yang menulis artikel itu, menyatakan, ‘Bank-bank di barat dapat menggunakan instrument seperti sukuk’, ujar Loretta. Sukuk dapat mendanai, ‘Industri mobil atau Olimpiade di London’, tambahnya. Loretta melanjutkan, melalui sukuk akan mendapatkan keuntungan, tanpa harus menggunakan riba. Sukuk dapat menggantikan sistem riba, yang sekarang ini menjadi malapetakan ekonomi secara global, tambahnya.
Sistem sukuk di dalam Islam berbeda dengan bon di dalam sistem kapitalis. Sukuk lebih konkrit, investasi uang yang digunakan mendanai berbagai projek, dan keuntungan dapat dibagikan kepada pemiliki uang dan yang menjalankan projek.
Semenetara itu, Paus Benedict XVI, 7 Otkober 2008, yang lalu, mengatakan, resesi pasar uang global, menyatakan, ‘Uang sudah berakhir’, ucap Paus. Selanjutnya, Paus menambahkan, ‘Hanya perkataan Tuhan yang benar’, tambahnya. Vatikan sendiri mempunyai perhatian yang sangat serius atas krisis ekonomi global saat sekarang ini.

Sumber : eramuslim.com

Berita terkait :
Vatikan: Perbankan Barat harus Melihat Sistem yang Dijalankan Bank Islam

Selanjutnya...
Bookmark and Share

26 Juni 2009

Akal Busuk AS Coba Suap Dunia Islam

Menteri luar negeri Hillary Rodham Clinton telah menunjuk Farah Pandith sebagai perwakilan khusus bagi komunitas Muslim, memimpin kantor baru yang bertanggung jawab merangkul umat Muslim di seluruh dunia.

Menurut isi pernyataan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri 23 Juni lalu, Perwakilan Khusus Pandith dan stafnya akan menjalankan upaya Clinton untuk “menjalin komunikasi dengan umat Muslim di seluruh dunia di level perorangan dan organisasi.”
Sebelumnya, Pandith adalah seorang penasihat kerjasama Muslim di departemen luar negeri, menjabat sebagai penasihat senior bagi asisten menteri luar negeri untuk urusan Eropa dan EurAsia. Ia juga pernah bekerja di Dewan Keamanan Nasional sebagai koordinator kebijakan AS dalam merangkul umat muslim, dan bekerja di Agensi AS untuk Pembangunan Internasional (U.S. Agency for International Development) dalam proyek-proyek bantuan untuk Irak, Afghanistan, dan Palestina.

Ketika menjabat sebagai penasihat senior untuk urusan Eropa dan EurAsia, tugas utama Pandith adalah memimpin sebuah gerakan yang menunjukkan pada umat Muslim di Eropa bagaimana caranya untuk melebur ke dalam masyarakat dan budaya Eropa. Beberapa upaya yang termasuk di dalamnya antara lain mempertemukan Muslim Amerika dengan Muslim Eropa dan membantu mereka “menghancurkan stereotype” dan mengakhiri “isolasi diri”.

Pandith, yang merupakan seorang Muslim, berimigrasi ke AS bersama orangtuanya dari Srinigar, India. Ia melihat pengalaman pribadinya sebagai sebuah ilustrasi tentang bagaimana imigran Muslim dapat mengintegrasikan dirinya dengan sukses ke dalam masyarakat Amerika.

Ia berkata bahwa sejalan dengan pentingnya pendidikan, “Saya juga belajar untuk menyeimbangkan rasa bangga terhadap warisan budaya saya dengan keterikatan yang dalam dengan nilai-nilai Amerika.”

Dalam pidatonya tanggal 4 Juni di Kairo, presiden Obama mengatakan bahwa ia sedang mencari “awal baru” antara AS dan Muslim “berdasarkan kepentingan bersama dan saling menghormati, serta berdasarkan kebenaran bahwa Amerika dan Islam tidak eksklusif dan tidak harus saling berkompetisi.”

AS dan Islam berbagi prinsip umum yang sama tentang keadilan, perkembangan, toleransi, dan “harga diri semua umat manusia,” ujar Obama. Ia juga mendorong rakyat Amerika dan Muslim untuk berkomitmen dalam “upaya berkelanjutan untuk menemukan landasan bersama, untuk fokus pada masa depan bagi anak cucu kita, dan untuk menghormati harga diri semua manusia.”

Duta Besar Baru untuk Damaskus: Refleksi atas Peran Syria di Timur Tengah

Juru bicara departemen luar negeri, Ian Kelly, mengumumkan pada 24 Juni lalu bahwa pemerintahan Obama telah memutuskan untuk menunjuk seorang duta besar untuk Syria sebagai bagian dari sebuah “evolusi alamiah” dari kerjasamanya kembali dengan pemerintahan presiden Bashar al-Assad. Posisi itu telah kosong sejak 2005 ketika duta besar AS sebelumnya ditarik setelah terjadi pembunuhan terhadap perdana menteri Lebanon Rafiq Hariri.

“Kami siap untuk melangkah maju bersama Syria untuk meningkatkan kepentingan kita melalui dialog langsung dan berkelanjutan,” ujar Kelly, menambahkan bahwa AS terus memiliki kekhawatiran tentang peran Syria di Timur Tengah. “Kmai berpikir bahwa salah satu jalan untuk mengatasi kekhawatiran itu adalah dengan memiliki duta besar di Damaskus.”

Kelly mengatakan bahwa pejabat Syria telah diberitahu mengenai keputusan itu pada 23 Juni kemarin.

“Keputusan ini mencerminkan pengakuan pemerintah akan peran penting Syria di kawasan Timur Tengah. Dan tentu saja kami berharap mereka akan terus memainkan peran membangun itu untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan."

Dikutip oleh Pro Syariah dari www.suaramedia.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

25 Juni 2009

Brent Scowcroft: AS Kerahkan Agen-Agen Intelijennya ke Iran

Mantan penasehat keamanan nasional AS pada masa Presiden George W. Bush, Brent Scowcroft mengungkapkan bahwa AS telah menempatkan agen-agen intelejennya di Iran dan bukan tidak mungkin agen-agen intelejen AS itu terlibat dalam kekacauan di Iran saat ini pasca pemilu yang dimenangkan Mahmoud Ahmadinejad.

"Mungkin saja mereka melakukannya. Siapa tahu?" kata Scowcroft dalam acara Fault Lines yang disiarkan televisi Al Jazeera.Meski demikian, ia menyatakan ragu agen-agen intelejen AS membantu para pengunjuk rasa dari kelompok oposisi dan mampu menembus kekuatan pasukan Garda Revolusi, kepolisian Iran dan pasukan-pasukan milisi di Iran, yang menurut Scowcroft sangat solid.

Ia mengatakan, Washington mengirimkan agen-agennya ke Iran sehari setelah presiden AS mengeluarkan pernyaataan kerasnya terhadap Iran.

AS punya catatan buruk di Iran. Tahun 1953, agen-agen CIA bekerjasama dengan agen-agen Inggris merancang kudeta terhadap Perdana Menteri Iran Mossadegh, karena kebijakan nasionalisasi minyak Iran yang dikuasai oleh perusahaan Inggris.

Sementara itu, Komite Anggaran di DPR AS hari Rabu kemarin mengusulkan voting untuk melarang Bank Expor Impor AS membantu perusahaan-perusahaan yang mengekspor bahan bakar ke Iran atau membantu produksi minyak Iran.

Saat ini, perusahaan-perusahaan seperti Vitol dari Swiss, Trafigura perusahaan patungan Swiss-Belanda, Total asal Prancis, Glencore asal Swiss, British Petroleum dan perusahaan India,Reliance adalah pemasok utama kebutuhan bakar ke Iran.

Anggota DPR AS dari Partai Republik, Mark Kirk mengatakan, AS tidak boleh menggunakan uang dari hasil pajaknya untuk membantu perekonomian Iran. "Tahun 2007 dan 2008, Bank Ekspor Impor AS menyetujui dua jaminan pinjaman senilai 900 juta dollar pada perusahaan Reliance untuk memperbesar penambangan minyaknya. Perusahaan ini memasok sepertiga impor bahan bakar ke Iran," demikian pernyataan Kirk.

Impor bahan bakar ke Iran dan ekspor minyak Iran menjadi target AS untuk menekan pemerintah Iran. Bahkan sebelum pemilu, AS menegaskan akan menghambat impor bahan bakar ke Iran sebagai tekanan agar Iran menghentikan program nuklirnya.

Sumber : eramuslim.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

06 Juni 2009

Anak-anak dan Pekerja Jadi Korban Kapitalisme di AS

Ekonomi Kapitalis yang memang sudah rusak dari awalnya kini terus menunjukkan kebobrokannya. Resesi yang melanda AS membuat kesejahteraan anak-anak anjlok drastis. Para orangtua terpaksa mengganti makanan sehat dengan makanan cepat saji yang kurang bergizi, tetapi lebih murah.
Selain itu, kemiskinan juga dirasakan oleh anak-anak karena orangtua kehilangan pekerjaan. Himpitan ekonomi juga membuat kriminalitas semakin tinggi.

”Kita berada dalam masa berakhirnya kesejahteraan ekonomi. Tampaknya kita sudah balik ke tahun 1975,” ujar Ruby Takanishi, kepala Yayasan Pembangunan Anak-anak di Washington, Kamis (4/6). Yayasan ini turut menyusun Indeks Kesejahteraan Anak 2009.
Indeks yang menggunakan data Pemerintah AS itu menggambarkan apa yang terjadi pada anak-anak AS dalam banyak hal, mulai dari kesehatan hingga hubungan sosial.
Pada tahun ini, indeks tersebut memperlihatkan bahwa kesejahteraan anak-anak AS mulai menurun sejak tahun lalu ketika negara besar itu terjerembab ke dalam resesi.
”Dampak krisis ini meluas ke anak-anak karena hilangnya pekerjaan orangtua dan turunnya pendapatan keluarga. Keluarga terpaksa pindah, kehilangan rumah. Semua itu berdampak terhadap kesejahteraan anak-anak,” papar Kenneth Land, koordinator periset indeks tersebut.
Laporan itu memperkirakan kesejahteraan anak-anak masih akan terpengaruh setidaknya hingga tahun 2010 walaupun para ekonom memperkirakan perekonomian akan membaik pada akhir tahun ini.
”Penurunan kesejahteraan anak-anak akan dipengaruhi terutama oleh kemerosotan materi. Jumlah dan persentase anak-anak yang hidup di bawah garis kemiskinan akan naik. Persentase anak-anak dengan satu orangtua berpenghasilan tetap menurun dibandingkan dengan tahun lalu sebagai dampak pemutusan hubungan kerja,” tutur Land.
Pekerja pria menderita
Rata-rata pendapatan keluarga diproyeksikan menurun karena tingkat pengangguran naik. Keluarga dengan orangtua tunggal yang dikepalai oleh laki-laki merupakan rumah tangga yang paling terpukul.
Penyebabnya, sektor perusahaan yang mengurangi tenaga kerjanya lebih banyak mengorbankan pekerja lelaki, seperti sektor konstruksi. Di sektor tersebut, biasanya sangat jarang melibatkan pekerja perempuan.
Pimpinan Organisasi Buruh Internasional (ILO), Juan Somavia, ketika membuka konferensi tahunan lembaga buruh PBB tersebut di Geneva, Jumat (5/6) mengatakan bahwa krisis pekerjaan global yang disebabkan krisis ekonomi dapat berlangsung setidaknya hingga enam tahun ke depan. Dengan kata lain, pekerja tetap terancam selama beberapa tahun ke depan. Sayangnya, perhatian pemerintah terhadap penciptaan lapangan kerja dirasa kurang.
Dia mengatakan, setidaknya 300 juta lapangan kerja baru diperlukan hingga tahun 2015 untuk menyerap para pekerja global.
Bahaya lain yang dihadapi anak-anak AS adalah kegemukan karena orangtua mengganti makanan sehat dengan makanan cepat saji yang mengandung karbohidrat dan gula tinggi. Sekitar 32 persen anak di AS mengalami kegemukan.
Fakta - fakta ini menambah panjang bukti kebobrokan sistem ekonomi Kapitalis yang memang hanya menjadi alat bagi kaum Kapitalis untuk menguras kekayaan bumi ini demi memuaskan ketamakan mereka yang tak mengenal kata puas.
Sudah saatnya bagi umat manusia untuk segera menggantinya dengan sistem ekonomi Islam yang telah terbukti mampu mensejahterakan manusia. Kehandalah sistem ekonomi Islam ini bahkan diakui oleh orang-orang di luar Islam.

diolah dari : Kompas.com


Selanjutnya...
Bookmark and Share

20 Mei 2009

Veteran Tentara AS: "Kami Tidak Pernah Menemukan Teroris"

Malam ketika peristiwa pemboman menara kembar WTC pada 11 September 2001 terjadi, Rick Reyes, seorang kopral angkatan lau AS tengah bersenang-senang di sebuah klub malam di Australia. "Amerika diserang. Kembali ke kapal Anda segera!" begitu yang bisa diingat oleh Reyes ketika itu.
Malam itu juga, sersan yang membawahi Reyes bertanya kepadanya apakah ia siap untuk bertempur. Tanpa berpikir dua kali, Reyes menjawab, "Untuk inilah saya bergabung dengan militer." Seumur hidupnya, Reyes selalu ingin mengabdikan dirinya untuk negaranya. "Itu impian saya sejak kecil." ujarnya. Reyes adalah seorang anak Amerika yang dilahirkan dari orangtua imigran asal Meksiko. Maka, segera ia pun bertempur ke Afghanistan.

Sebagai seorang penembak dalam kesatuan angkatan laut AS, Reyes tentu saja telah dididik sedemikian rupa menjadi tentara yang terlatih dalam segala kondisi perang. Menurut Reyes, setelah mendapat perintah, tentara AS akan segera menjarah rumah, merusak jendela dan pintu, kursi dan meja, keluarga dan nyawa orang lain, menangkap siapapun yang dianggap mencurigakan. Masalahnya, adalah, "Tentu saja sulit sekali membedakan mana anggota Taliban, Al Qaidah, dan warga sipil. Semua orang dijadikan tersangka." papar Reyes.
Sebagai contoh, pemimpinnya memerintahkan Reyes untuk memburu sekelompok teroris yang diperkirakan berada dekat wilayah mereka. Reyes, dengan empat orang anak buahnya yang bersenjata api lengkap dan canggih segera berpatroli. Ketika rombongan Reyes menemui sekelompok orang, mereka segera mengokang senapan M-16-nya dan berteriak, "Merunduklah kalian!". Reyes dan anak buahnya meringkus kelompok yang tak bersenjata itu.
Beberapa saat kemudian, ketika semuanya sudah terjadi dan semua orang yang ditangkapnya sudah tewas atau tak berdaya, Reyes sadar, bahwa kelompok itu sama sekali tidak bersalah. "Lain waktu, saya dan anak buah saya menangkap seorang laki-laki, dan menyiksanya sampai mati hanya karena laki-laki itu akan mengantarkan susu kepada anaknya." papar Reyes menerawang. Semua itu, menurut Reyes, begitu menghantui hari-harinya kini. "Saya sudah mengatakan kepada Kongress bahwa kami sepertinya hanya tengah memburu hantu di Afghanistan dan Iraq."
Dan yang membuat Reyes terhenyak, ternyata bukan hanya di Afghanistan saja seperti itu. Di Iraq pun terjadi hal yang sama. Seperti diketahui, AS menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menangkap Saddam Hussein dan menjajah Iraq. "Medannya berbeda, namun cara kami melaksanakan misi selalu sama, kebrutalan dan kekerasan, dengan stigma bahwa Muslim adalah teroris..." Reyes mengisahkan.
Tidak banyak tentara AS seperti Reyes dan anak buahnya. Di tengah pelaksanaan misi, Reyes selalu berpikir ada sesuatu yang salah. Maka tidak heran setiap kali selesai melaksanakan misi, Reyes selalu mengganti semua kerusakan fisik yang mereka lakukan pada rumah yang mereka satroni. Satu-satunya hal yang selalu diingat dan tak mampu dilupakan oleh Reyes adalah "Anak-anak kecil tanpa rasa takut melempari kami dengan batu dan menyerapahi kami. Seingat saya, kami tidak pernah menangkap dan menyiksa orang yang bersalah."
Reyes mengatakan bahwa ia menyaksikan betapa tidak efektifnya strategi milter AS di Afghanistan. "Tapi selama itu, saya tidak pernah mendengar apapun tentang penipuan yang dilakukan oleh pemerintah AS sampai saya kembali dari perang. Menyadari bahwa (di Afghanistan, begitu juga di Iraq) tak pernah ada senjata pemusnah massal, dan betapa susahnya kami mencari-cari teroris walaupun bahkan telah mengerahkan semua kekuatan militer, saya merasa bahwa patriotisme saya telah dieksploitasi untuk kepentingan politik AS belaka. Hanya sedikit keuntungan yang didapatkan oleh AS dari perang (di Afghansitan dan Iraq), namun seluruh masyarakat AS terbebani dengan pajak untuk perang ini." ujarnya lagi. Saat ini, AS setidaknya sudah menggelontorkan $94,2 milyar dari pajak rakyat AS.
Menurut Reyes, perang di Afghanistan telah membabi buta. AS mengirimkan ribuan kapal dan pesawat perang, helikopter, tank, truk dan semua peralatan perang, tapi semuanya itu tidak efektif. Seperti yang dikatakan Reyes, teroris itu tidak pernah benar-benar ada. "Kami tidak pernah menemukannya." Reyes dan beberapa orang tentara veteran lainnya sudah berusaha menghadap Kongress AS dan bertanya, "Apa gerangan yang sedang kami perangi? Perang ini begitu lama dan tak berkesudahan."
"Kami para veteran adalah produk asli perang. Kami mengucapkan sumpah untuk melindungi dan melayani negara, berkorban untuk kejayaannya. Sumpah itu sebuah kebanggan buat kami. Dalam pikiran saya, mungkin tidak banyak veteran yang mau berbicara seperti ini, karena akan menggerus semua keyakinan mereka, tapi pengorbanan mereka jelas menjadi sia-sia dan dikhianati." terang Reyes lagi.
Reyes dan sejumlah veteran lainnya saat ini membentuk kelompok Veteran Untuk Meninjau Kembali Afghanistan. Mereka akan menghadap Kongress. "Kami ingin semua orang sadar tentang kependudukan AS di Afghanistan dan Iraq adalah sesuatu yang kontraproduktif. Kami akan berjuang untuk mengeluarkan tentara dari sana, dan kami akan menerangkan betapa berbahayanya buat AS menggunakan bantuan kemanusiaan untuk menancapkan agenda militer tanpa pernah melakukan diplomasi." pungkas Reyes.

Sumber : eramuslim

Selanjutnya...
Bookmark and Share

13 Mei 2009

Setelah Diam atas Pembantaian Gaza, Kini Raja Abdullah “menawarkan” Sepertiga Dunia kepada Israel

Raja Abdullah “menawarkan” sepertiga dunia kepada Israel, asalkan negara Yahudi itu bersedia mengakui Palestina merdeka. Tetapi, jika dalam setahun ke depan solusi perdamaian Timur Tengah itu tidak tercipta, akan ada konflik baru antara Arab dan Israel.
Dalam wawancaranya dengan harian Inggris The Times, Senin (11/5) Raja Yordania Abdullah mengungkapkan konsep baru perdamaian Timur Tengah yang hulunya adalah konflik antara Israel dan Palestina.

Berdampingan dengan konsep “solusi dua negara” yang digagas Kuartet Timur Tengah-Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa dan PBB- Abdullah menawarkan konsep “solusi 57 negara” kepada Israel.
Inti tawaran Abdullah, jika Israel mau menerima “solusi dua negara” dengan terciptanya negara Palestina merdeka dan hidup berdampingan dengan Israel, maka negara Yahudi itu akan diakui oleh 57 negara muslim di PBB yang selama ini tidak mengakui keberadaan Israel. Jumlah tersebut setara dengan sepertiga negara di dunia.

“Kami menawarkan sepertiga dunia untuk bersepakat dengan Israel. Ke depan, tidak sekadar Sungai Yordania, Dataran Tinggi Golan, atau Sinai. Ke depan adalah Maroko di Atlantik dan Indonesia di Pasifik. Itu harga yang didapat (Israel),” papar Abdullah, merujuk pada bentangan dunia Muslim yang tidak mengakui keberadaan Israel.

Padahal seperti pernah diberitakan Al-Jazeera sebagaimana dikutip eramuslim.com, Perdana Menteri Israel (Benyamin Netanyahu) sendiri menolak solusi dua negara itu kendati Amerika dan Eropa telah meminta untuk menyetujuinya. Di sisi lain, Menlu Israel Avigdor Lieberman dengan dingin menolak dilanjutkannya kembali dialog dengan Palestina yang digagas AS tahun 2007.

Sesungguhnya solusi dua negara adalah solusi palsu belaka. Karena akar masalah Palestina adalah perampasan tanah Palestina oleh Israel yang didukung oleh Amerika dan sekutunya. Sehingga penyelesaian mendasarnya adalah dengan mengusir Yahudi Israel dari tanah Palestina.

Akan tetapi ketiadaan Khilafah menjadikan upaya untuk membebaskan Palestina menjadi sesuatu yang sangat berat. Para penguasa kaum muslimin yang ada saat ini bukannya menjadi penolong apalagi pelindung malah bersahabat kental dengan para penguasa Amerika, Eropa dan Israel yang tak henti-hentinya memusuhi Islam dan kaum muslimin. Bahkan menawarkan sepertiga dunia kepada Israel seperti yang dilakukan Raja Abdullah.

Sudah saatnya kaum muslimin memperjuangkan tegak kembalinya Khalifah yang akan menjadi perisai bagi kehidupan kaum muslimin. Sebagai sabda Nabi :

إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَ يُتَّقَى بِهِ

Seorang imam tidak lain laksana perisai, dimana orang-orang akan berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung (HR. Muslim).

diolah dari : SIB, eramuslim, dan HTI

Selanjutnya...
Bookmark and Share

04 Mei 2009

Ahmet Davut Oğlu dan Kembalinya Kekhalifahan Islam

Menteri Luar Negeri Turki yang baru dilantik, Ahmet Davut Oğlu, menyatakan jika negaranya berinisiatif untuk memainkan peran strategis yang lebih besar di kawasan Timur Tengah, Balkan (Eropa Tenggara), dan Kaukasus.
"Turki memiliki pandangan politik luar negeri yang kuat untuk kembali memainkan peran dan pengaruh secara lebih signifikan di kawasan Timur Tengah, Balkan, dan Kaukasus," tegas Oğlu sebagaimana dikutip situs berita Aljazeera (3/4).

Selain tiga segi tiga emas kawasan tersebut, Oğlu juga menegaskan, jika Turki akan terus menjadikan Eropa dan negara-negara Barat sebagai poros utama politik luar negeri Turki.
Ditambahkannya, Turki tidak ingin menjadi negara yang bisanya hanya mampu mengeluarkan reaksi seremonial di hadapan serangkaian problem di dunia, utamanya di kawasan, tetapi Turki ingin lebih jauh memainkan peran dan membuktikan dirinya sebagai solusi yang layak.
Bagaimana pun Turki adalah potensi sekaligus kekuatan yang besar di kawasan. Pengaruh (kebangsaan) Turki merentang mulai dari Balkan, Anatolia, Kaukasus, hingga Asia Tengah. Sepanjang wilayah itulah etnis, budaya, dan bahasa Turki menyebar. (Negara) Turki-Modern sekarang ini adalah pusat dari semua itu.
"Inilah Turki: kami berdiri di selat Bosphorus, bahu kami merentang dari mulai Eropa Tenggara, Anatolia, Kaukasus, hingga Asia Tengah. Langkah kami terus mantap menuju ke arah Barat, ke arah Eropa, tetapi hati kami tetap ada di Makkah al-Mukarramah," demikian pernah diungkapkan oleh politisi senior Partai Kebahagiaan Turki, Bulent Irinc.
"Turki akan kembali memainkan pengaruhnya dan menjadi sentral di kawasan," tegas Oğlu.
Statemen Oğlu tersebut adalah bentuk penegasan jika ia dan rezim Erdogan ingin menjadikan Turki kembali "mewarisi" keagungan imperium Utsmani (Ottoman) Turki yang pengaruhnya malang melintang di sasah konstelasi global.
Pada masa keberadaannya yang merentang selama tujuh abad (13-20), wilayah pengaruh dan kekuasaan imperium Utsmani merentang mulai dari Eropa Tenggara, Anatolia, Kaukasia, Levantina (Bilad as-Syam), Semenanjung Arabia, Mesir, dan Afrika Utara. Wilayah tersebut menyerupai peta bulan sabit yang titik pusatnya terdapat di Istanbul, Bosphorus.

Turki Ustmani Kekhalifahan Islam

Banyak umat Islam yang tidak tahun bahwa Turki dulu merupakan pusat pemerintahan Khilafah Islamiyah terakhir. Kekhalifahan terakhir umat Islam biasa dikenal sebagai Kesultanan Utsmani Turki alias The Ottoman Empire, demikian penyebutannya dalam kitab-kitab sejarah Eropa. Kekhalifahan Utsmani Turki merupakan kelanjutan sejarah panjang sistem pemerintahan Islam di bawah Ridha dan Rahmat Allah yang berawal jauh ke belakang semenjak Nabi Muhammad pertama kali memimpn Daulah Islamiyyah (Tatanan/Negara Islam) Pertama di kota Madinah.
Sejak tanggal 3 Maret 1924 umat Islam menjalani kehidupan bermasyarakat dan bernegara tanpa kehadiran sistem pemerintahan Islam Al-Khilafah Al-Islamiyyah. Seorang Yahudi Dunamah, Penggila Budaya Barat, Pengagum Sekularisme dan juga seorang pemabuk-pedansa bernama Mustafa Kemal memproklamir pembubaran sistem pemerintahan Islam tersebut. Suatu pemerintahan yang sesungguhnya merupakan warisan ideologis-sosial-politik-budaya umat yang bermula sejak kepemimpinan Nabi Muhammad di kota Madinah 15 abad yang lalu. Mulai sejak saat itu umat Islam menjadi laksana anak-anak ayam kehilangan induk, anak-anak yatim tanpa ayah serta gelandangan tanpa rumah pelindung dari panasnya terik matahari dan dinginnnya hujan.

Apa yang dilakukan Turki kepada para Pejuang Syariah

Dalam kondisi seperti itu, di mana ummat amat merindukan kembalinya Khilafah Islamiyah, yang akan menerapkan Islam sebagai sistem kehidupan yang diridhai Allah dan menjadi perisai bagi umat, alih – alih pemerintah Turki mendukung atau menolong perjuangan penegakan syariah. Yang ada justru para penjuang syariah di sana ditangkapi, hanya karena mereka menginginkan kembalinya Khilafah Islamiyah.
Tiga puluh orang yang diduga anggota sebuah kelompok Islam ditangkap pada Rabu malam (8 April 2009) di beberapa rumah di pusat kota Anatolian Eskisehir, seperti dilaporkan kantor berita Dogan, Kamis. Polisi hura-hara menutup jalan-jalan di sejumlah bagian pinggir kota dan melakukan penggerebekan secara serentak mengambil 34 orang ke dalam tahanan. Empat orang kemudian dibebaskan tanpa dakwaan.
Mereka ditangkap karena dicurigai menjadi anggota gerakan islam Hizbut Tahrir, sebuah kelompok Islam internasional yang bekerja untuk mengembalikan Khilafah.

Ada upaya tuduhan busuk dari pihak penguasa setempat dengan menghubungkan gerakan yang dikenal senantiasa memberikan solusi intelektual atas persoalan dunia dengan aspek kekerasan. Beberapa media setempat memberitakan penangkapan polisi disita tiga senjata tangan dan sejumlah amunisi. Padahal, gerakan ini telah dikenal luas tak pernah menggunakan kekerasan.
Yilmaz Celik, juru bicara Hizb ut-Tahrir di Turki, bulan lalu telah dibebaskan dari penjara setelah meringkuk selama lima bulan atas tuduhan terorisme. Ia bahkan mengungkap makar jahat Amerika yang berusaha merangkul negara sekular tersebut.
"Kami membenci dan menentang Amerika dan Inggris untuk mengekspor ideologi dan memberikan "pesan lunak" mereka untuk menipu dunia Islam," kata Celik.
Bila kenyataannya demikian keagungan seperti apa yang diinginkan oleh Oğlu.

diolah dari : eramuslim.com dan syabab.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

28 April 2009

Ternyata Selama Ini Indonesia, Uni Emirat Arab , Bahrain, dan Mesir Impor Daging Babi

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim adalah aneh bila negara seperti Indonesia, Uni Emirat Arab , Bahrain, dan Mesir mengimpor daging babi. Padahal orang non Muslim pun tahu bahwa Islam mengharamkan daging babi. Tapi itulah yang sebenarnya terjadi.
Belakangan pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan impor daging babi. "Presiden sudah menyepakati pelarangan sementara impor daging babi dan produk-produknya. Itu kami hindari sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, sehingga lebih jelas keadaanya," kata Aburizal Bakrie usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Senin 27 April 2009.

Adapun jenis daging babi dan produknya akan di larang untuk di impor di Indonesia seperti abon babi, yang jumlahnya cukup banyak mencapai 4 ton yang asalnya belum diketahui dari negara mana. (VIVAnews.com, 27 April 2009)
Sementara itu situs berita Aljazeera edisi hari ini (28/4) sebagaimana dikutip eramuslim.com mengabarkan, terdapat beberapa negara Arab yang tertera dalam daftar negara-negara pengimpor daging babi dari Amerika Serikat pada tahun ini.
Berita mengejutkan tersebut merujuk pada sebuah sumber di Organisasi Federal Amerika untuk Ekspor Daging, yang menghimpun 235 organisasi dan perusahaan, yang menyatakan jika Emirat, Bahrain, dan Mesir adalah negara-negara Arab yang mengimpor daging babi pada tahun ini.
Sumber tersebut menerangkan, Uni Emirat Arab mengimpor sekitar 54 ton daging babi sepanjang Januari dan Februari tahun ini dengan total biaya US$ 139.000, sementara Bahrain hanya mengimpor 5 ton saja, dengan buget sebanyak US$ 20.000.
Organisasi tersebut juga mencantumkan Mesir sebagai salah satu negara pengimpor daging babi dari Amerika. Namun, hingga Februari lalu, Mesir tercatat tidak menerima kiriman kontainer daging babi.
Tidak terdapat nama-nama negara Arab pengimpor daging babi lainnya yang disebutkan oleh sumber organisasi tersebut.
Sungguh aneh, negara Muslim, mayoritas rakyatnya Muslim, dan pemimpinnya pun Muslim, tetapi mengimpor daging babi. Padahal daging babi tidak saja haram untuk mengkonsimsinya tetapi meperjualbelikannya juga haram.

diolah dari VIVAnews dan eramuslim

Selanjutnya...
Bookmark and Share

27 April 2009

100 Hari Pertama Kepemimpinan Obama: Tiada Beda Dengan Bush!

Rabu pekan ini, genap 100 hari Barack Obama menjadi presiden AS. Dan layaknya 100 hari pertama, selalu dijadikan sebagai kebiasaan tradisional mengevaluasi kepemimpinan di suatu negara.
Satu hal yang yang bisa dicatat dari 100 hari kepresidenan Obama adalah, terlalu banyaknya prioritas, namun sedikit sekali kemajuan yang dicapai, begitu yang banyak dilansir berbagai editorial berbagai media massa di AS. Obama tampaknya hanya berusaha menyenangkan beberapa pihak dengan beberapa kebijakan yang diambilnya.

AS sekarang ini tengah terjerumus pada resesi ekonomi seperti halnya Great Depression di tahun 1930-an dulu, dan menurut rakyat negeri Paman Sam, tugas utama Obama adalah sudah seharusnya memperbaiki keadaan ekonomi itu. Tapi Obama tampaknya tidak punya perhatian besar padahal ini. Dia terus bersikukuh dengan agendanya: memperbaharui industri kesehatan, revolusi ekonomi energi, dan mereformasi sekolah, tiga hal yang seharusnya bukan menjadi sebuah prioritas dalam masa krisis seperti sekarang.
Obama berpendirian bahwa perbaikan ekonomi AS akan mengikuti seiring dengan baiknya pula tiga agenda besar yang dicanangkannya; sebuah kesimpulan yang banyak ditertawakan oleh rakyat AS bahkan editorial The Washington Post.
Dalam hal kebijakan luar negerinya, Obama tampak jelas menampakan persona pribadinya yang memang selalu ia tampakkan sejak masa kampanyenya. Ketika Obama memutuskan untuk menarik mundur pasukan tentara dari Iraq, tapi sesungguhnya ia tidak beda dengan Bush, karena kemudian menambah jumlah pasukan puluhan ribu berlipat-lipat. Ini artinya, AS masih akan tetap menjalani perang, dan itu membuat rakyat AS gerah.
Namun yang paling membuat shock masyarakat AS dan juga para pengamatnya adalah apalagi kalau bukan paket stimulus yang dicanangkan oleh Obama. Paket stimulus ini menjadi yang terbesar dalam sejarah pengeluaran anggaran AS sepanjang masa.
Ia memotong berbagai anggaran, dan akan mengalokasikannya pada investasi masa depan AS, namun siapapun menyadari bahwa Obama tengah menambah banyak gunung utang negara dan dalam satu dekadenya bisa mencapai defisit tiga trilyun dollar.
Satu lagi yang tengah menjadi buah bibir di AS adalah metode interogasi Obama yang digadang-gadang berbeda dengan pola yang dilakukan oleh Bush. Pertama, ia mengatakan bahwa agen CIA akan dihukum jika terus melakukan metode interogasi yang diterapkan selama ini, seperti metode waterboarding, mencelupkan kepala tahanan dalam air dalam waktu yang lama. Tapi kemudian, ia membuka pintu untuk prosekusi yang juga dilakukan oleh Bush.
Menurut banyak pengamat, kebijakan eratik Obama yang zig-zag akan membuat AS semakin terjun bebas. Ini bukan pertama kalinya seorang presiden AS membuka sebuah kotak Pandora karena ketidakpahamanannya bahwa ia tak akan pernah bisa menyenangkan beberapa pihak yang sangat berkuasa di AS.

eramuslim.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

25 April 2009

AS Tak akan Biarkan Swat Nikmati Hukum Islam

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, menuding Pakistan membiarkan Taliban menguasai sebagaian wilayah di negara tersebut. Clinton menjelaskan hal tersebut dalam pertemuan panel Kongres yang membahas situasi keamanan di Pakistan, yang disebut sebagai 'ancaman mematikan' bagi keamanan dunia.
Dia mengatakan, kelompok Taliban diberikan keleluasaan mengontrol wilayah seperti di lembah Swat yang terletak di kawasan barat laut Pakistan.

Clinton dalam kesempatan itu juga mengatakan, sistem peradilan negara tersebut yang korup mengakibatkan kontrol mereka terhadap negara bagian lain terbatas.
Sebagaimana diketahui, awal bulan ini Presiden Pakistan Ali Zardari menyetujui pengesahan hukum Islam atau hukum syariah di Lembah Swat.
Persetujuan ini sebagai bagian untuk mengakhiri perlawanan Taliban selama dua tahun di kawasan itu.
Lembah Swat yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata di negara tersebut saat ini hampir dikuasai oleh Taliban. Ribuan orang telah mengungsi dan ratusan sekolah dihancurkan saat Taliban menguasai kawasan itu.
Perlakuan Keras
Saat memberikan bukti di Washington kepada Komite Luar Negeri DPR, Clinton mengatakan, situasi di Pakistan sebagai "ancaman mematikan bagi keamananan negara dan dunia"
"Saya kira pemerintah Pakistan secara mendasar telah memberikan keleluasaan kepada Taliban dan pemberontak," kata Clinton.
Dia juga meminta warga di Pakistan untuk berbicara secara keras menghadapi kebijakan negara tersebut. Dalam laporan wartawan BBC di Washington, Richard Lister, hal ini disebutnya sebagai sebuah tindakan yang tidak biasa.
Sebelumnya Presiden Barack Obama sudah menawarkan bantuan untuk menyelesaikan masalah keamanan di Pakistan.
Koresponden BBC mengatakan, Amerika sudah menawarkan jutaan dolar bantuan, tapi mereka juga meminta kerja sama yang lebih besar dari pemerintah negara itu.
Clinton dalam pertemuan kemarin juga meminta tidak meremehkan kondisi yang terjadi di Pakistan. "Saya pikir kita tidak bisa mengabaikan keseriusan dalam menerapkan perlakuan nyata terhadap Pakistan," katanya.
Presiden Pakistan dan Afghanistan --yang diminta oleh dunia internasional untuk memerangi Taliban-- akan datang ke Washington untuk melakukan pembicaraan bulan depan.

hidayatullah.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

20 April 2009

Taliban Pakistan Tolak Demokrasi

Sufi Mohammad, salah satu ulama pro-Taliban di Pakistan menyatakan, tidak ada ruang bagi konsep demokrasi jika Taliban berkuasa di seluruh Pakistan. Mohammad menegaskan hal tersebut di depan ribuan pendukungnya yang berkumpul di kota Mingora, Swat Valley, sebelah baratlaut Pakistan.
Para pendukung Taliban di Pakistan tumpah ruah ke kota itu, untuk merayakan kemenangan mereka setelah Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan seluruh anggota dewan legislatif Pakistan menyetujui diterapkannya hukum Islam di enam distrik di wilayah baratlaut Pakistan, termasuk Swat Valley.

Pemerintah Pakistan menyetujui penerapan hukum Islam yang menjadi rujukan sistem hukum Taliban, sebagai salah satu kesepakatan antara pemerintah dan Taliban untuk mengakhiri aksi-aksi kekerasan di Pakistan. Sufi Mohammad, salah satu ulama di Pakistan yang pro-Taliban dan ikut dalam negosiasi dengan pemerintah Pakistan mengatakan bahwa pemerintahan Pakistan telah menerapkan sistem demokrasi yang oleh Taliban disebut sistem "orang kafir".
Di depan ribuan massa pendukungnya, Mohammad mengatakan bahwa semua hakim, pengacara dan para ulama yang pro-demokrasi adalah "pemberontak". Ia juga memerintahkan semua hakim yang selama ini berpihak pada pada pemerintah Pakistan segera meninggalkan wilayah dimana pemerintah Pakistan sudah mengijinkan diberlakukannya syariah Islam ala Taliban, paling lambat tanggal 23 April mendatang.
"Jika mereka tidak juga angkat kaki, pemerintah-lah yang akan bertanggung jawab atas semua konsekuensinya," ancam Mohammad.
Ia juga menyatakan bahwa sistem hukum Taliban ada hukum tertinggi dan tidak bisa diganggugugat, bahkan jika sampai ke tingkat mahkamah agung Pakistan sekalipun.
Sumber-sumber di Pakistan menyebutkan bahwa kelompok Taliban di Pakistan kini sudah mulai melebarkan kekuatannya dari wilayah baratlaut ke provinsi Punjab dan Sindh. Taliban, adalah kelompok Islam yang menganut paham Wahabi yang keras, salah satunya melarang anak perempuan sekolah.

Sumber : Eramuslim

Selanjutnya...
Bookmark and Share

17 April 2009

Melontarkan Ancaman Hendak Meledakkan Masjid Tidak Dianggap Tindakan Teror di Skotlandia

Crown Office, lembaga yang bertanggung jawab atas tuntutan hukum dan investigasi kriminalitas khusus di Skotlandia dituduh menerapkan standar ganda oleh organisasi Islam terbesar di negara tersebut.
Alasannya, institusi hukum tersebut tidak memberi dakwaan teroris terhadap seorang pria yang melontarkan ancaman hendak meledakkan masjid dan memenggal kepala setiap Muslim.

Yayasan Islam Skotlandia (SIF) menulis kepada Lord Advocate Elish Angiolini mempertanyakan keputusan tuntutan pengacau keamanan dan perdamaian terhadap terdakwa Neil MacGregor, dan bukan serangan terorisme.

Neil, 35 tahun telah mengaku mengancam meledakkan masjid terbesar di Skotlandia dan memenggal satu kepala Muslim seminggu hingga semua masjid ditutup. Pria itu akan diajukan ke Pengadilan Glasgow Sheriff pada Jumat (17/4) mendatang.
"Banyak kritik muncul akibat minimnya transparasi terhadap kasus ini, namun ini justru menunjukkan bagaimana kasus itu sebenarnya diatasi," ujar pemimpin SIF, Osama Saeed, seperti yang dikutip oleh situs berita The Scotsman, Rabu (15/4)
"Jika saja ia seorang Muslim, kami berani bertaruh polisi anti-teror akan segera terlibat dan kasus akan diproses dengan tindakan berbeda," kata Osama lagi.
Osama membandingkan dengan sebuah kasus yang menimpa Mohammed Atif Siddique, seorang mahasiswa dari Alva, Clackmannanshire, yang dipenjara selama delapan tahun karena dakwaan kriminal teroris internet.
"Tidak seorang pun sepertinya yang melihat kebiasaan internet radikal MacGregor yang menyerupai pembalasan dendam pembunuhan Ken Bigley (sandera Inggris) di Irak.
"Kami dapat pastikan jika ia Muslim, dan terinspirasi untuk melakukan hal serupa, hasilnya akan jauh berbeda," imbuh Osama.
Osama sendiri berkeras jika ia tak hendak mengabaikan dampak serius dari kasus-kasus teroris Islam. "Apa yang kami minta di sini adalah konsistensi, dan meminta penjelasan pihak berwenang mengapa buku tebal tentang Undang-Undang Terorisme tidak berlaku pada MacGregor," tegas Osama.

"Islamis dan ekstrimisme ultra kanan adalah setali tiga uang bila menerapkan kekerasan, racun campuran antara ideologi dan selip pemahaman. Kami dengar nada positif jika ekstrimis ultra kanan terlibat, namun bukti dibuat berbicara sebaliknya," kata Osama.
SIF sendiri didirikan setahun lalu, menyatakan diri sebagai "landasan bertindak" dan menerima 400 ribu Poundsterling dari pemerintah Skotlandia.
Osama mengatakan federasi akan meminta bukti kasus untuk diungkap ke publik di bawah undang-undang Kebebasan Informasi.
Dalam sebuah dengar-pendapat awal, MacGregor dinyatakan mengakui mengirimkan email kepada Polisi Strathclyde Police, mengancam untuk meledakkan Masjid Agung Glasgow jika tuntutan tertentu tak dipenuhi.
Pesan termasuk ancaman memenggal satu Muslim setiap minggu, dalam cara yang sama pekerja konstruksi Ken Bigley terbunuh setelah diculik di Irak pada 2004.
Pengadilan juga mendengar, lelaki asal Derbyshire mengatakan setelah email itu, ia mengirim satu panggilan nomor 999 ke polisi pada 5 Februari 2007, dan mengklaim diri sebagai Front Nasional yang akan meledakkan bom di Masjid Agung Glasgow.
Polisi sempat menyisir bangunan mencari bahan peledak, namun gagal menemukan sesuatu mencurigakan.

Dalam emailnya, MacGregor menulis, "Saya bangga menjadi rasis dan anggota Front Nasional. Kami sebagai sebuah organisasi telah memutuskan menghadapi ancaman terkini dari Muslim di Inggris seperti leluhur kami yang membanggakan,"
"Tuntukan kami sangat sederhana. Tutup semua masjid di Skotlandia, kami melihat hal ini sangat mudah--bahkan kalian pun dapat melakukannya,"
Ia lalu melanjutkan, "Jika tuntutkan kami tak dipenuhi hingga Jumat, kami akan menculik satu Muslim dan mengeksekusinya di internet, sama seperti yang mereka lakukan terhadap Ken Bigley kami,"

Menanggapi itu, juru bicara Crown Office mengatakan MacGregor telah dituntut atas dakwaan serangan terhadap keamanan, perdamaian, didorong oleh kebencian rasis dan berkata, "Pertimbangan penuh kehati-hatian terhadapt fakta dan situasi menyertai pemrosesan kasus tersebut,"

sumber : Republika Online

Selanjutnya...
Bookmark and Share

15 April 2009

Muka Dua Kebijakan Perang Obama

Pada hari Senin tanggal 6 April 2009 Obama dalam kunjungannya ke Turki, mengatakan di depan parlemen Turki bahwa hubungan Amerika dengan masyarakat Muslim tidak akan berdasarkan pada perlawanan terhadap terorisme.
Pernyataan Obama itu tentunya merujuk pada keberadaan pasukan Amerika di berbagai belahan dunia, utamanya Iraq dan Afganistan.
Di Iraq, Amerika berdalih membebaskan negeri itu dari kediktatoran Saddam. Sedangkan di Afganistan mereka berdalih "memerangi teroris di sarangnya".
Jika melihat kenyataan korban serangan Amerika di kedua negara itu, maka orang yang tidak buta mata kepala dan hatinya, tidak akan percaya begitu saja dengan retorika para pemimpin Amerika.

Di Iraq, setelah tumbangnya pemerintahan Saddam Hussein, pasukan Amerika tidak segera bubar jalan meninggalkan negeri 1001 malam itu. Sebaliknya justru mereka membuat keadaan semakin tambah runyam dengan memerangi rakyat Iraq --yang katanya ingin mereka bebaskan dari cengkraman pemerintahan Saddam yang brutal.
Lebih dari itu, bahkan Amerika mempersenjatai kelompok-kelompok masyarakat yang saling bertentangan sehingga memunculkan peperangan di antara rakyat Iraq sendiri.
Sementara di Afganistan, dengan dalih memberantas teroris hingga ke sarangnya, Amerika menembaki tidak hanya para pejuang Afganistan, tapi juga masyarakat sipil. Berapa banyak masjid yang telah mereka bom dengan alasan satelit mereka mengidentifikasi lokasi itu gudang senjata para militan.
Berapa banyak desa yang dibumihanguskan dengan alasan tempat itu adalah persembunyian para teroris. Berapa banyak anak-anak dan wanita yang mereka bunuh dengan dalih itu akibat perang yang sulit dihindari, bahwa perang akan selalu "membawa korban", seperti yang terjadi beberapa hari lalu.
Kembali ke pernyataan Obama di Turki Minggu pekan lalu, dan melihat fakta-fakta yang ada, tentu kita yakin bahwa ucapan Obama itu hanyalah sebuah pemoles bibir belaka.
Polesan bibir Obama ini tentu semakin kelihatan jelas dengan apa yang dilakukannya 3 hari kemudian. Sebagaimana diberitakan, Kamis tanggal 9 April 2009 Obama meminta persetujuan secepatnya dari Kongres AS atas proposalnya yang berisi pengajuan dana sebesar USD 83,4 milyar untuk membiayai operasi mliter di Iraq dan Afganistan hingga 30 September 2009.
Robert Gibbs, juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa dana tersebut diperlukan pemerintahan Obama untuk memperkuat keberadaan pasukan Amerika di Iraq dan Afganistan. Demikian kutip The New York Times (9/4).
Pemerintahan Obama berharap proposal mereka disetujui oleh Kongres AS sebelum Memorial Day di akhir bulan Mei -- hari di mana rakyat AS mengenang prajurit mereka yang tewas dalam peperangan.
Obama juga ingin tambahan 17.000 lagi pasukan untuk dikirim ke Afganistan.
Jelas sekali Gedung Putih ingin memperkuat pasukan mereka dalam memerangi negeri-negeri Islam, karena mereka belum bisa --dan tidak akan bisa-- menaklukkannya, apalagi dengan mudah. Mereka ingin mencapai apa yang mereka sebut dengan perdamaian, dengan cara memerangi Islam.
Mustahil mereka akan mendapatkan itu. Alih-alih mereka ingin perdamaian, seperti yang dikatakan Ron Paul, anggota Kongres AS dari Partai Republik, intrik-intrik kebijakan luar negeri Obama membuat AS terus saja menjadi mesin pembunuh dan menciptakan musuh di seluruh penjuru dunia.
Kita tentu masih ingat pernyataan-pernyataan Obama sebelum terpilih menjadi Presiden. Ia mengatakan bahwa dirinya sejak awal menentang perang yang dilakoni AS.
Partai Demokrat, Partainya Obama pun mengkritik keras kebijakan perang Presiden Bush di tahun 2004, bahkan menolak anggaran perang yang diajukan Bush.
Senator Kent Conrad dari negara bagian Dakota Utara, seorang politisi senior yang menjadi anggota Komite Anggaran di Senat AS kala itu mengatakan, "Dia (Bush) tidak mengatakan kepada rakyat Amerika mengenai keadaan keuangan negara ini yang sebenarnya." Conrad juga menyebut anggaran yang diajukan Bush itu adalah salah satu contoh ''funny money accounting''.
Sekarang setelah Obama menjadi Presiden, belum lagi setengah tahun, kebijakan luar negerinya tidak lebih dan tidak kurang hanya meneruskan kebijakan Presiden AS sebelumnya, Bush, Clinton dan lain-lain.
Rahm Emmanuel, seorang Yahudi garis keras yang merupakan salah seorang kepercayaan Obama, bahkan berhasil membungkam sebagian jurnalis independen dan aktivis antiperang yang menjadi penentang kebijakan perang pemerintahan Bush. Lebih dari itu Emmanuel berhasil membuat mereka menjadi pendukung kebijakan perang Obama. Demikian tulis Jeremy Scahill, seperti yang dimuat oleh Common Dreams (10/4).
National Policy Institute (11/4) mengutip pernyataan Ron Paul seputar proposal Obama untuk menambah anggaran perang, "Minggu ini sekelompok pemimpin neokonservatif bertemu untuk mendiskusikan cara terbaik untuk mendukung kebijakan luar negeri Presiden! Saya sangat kecewa dan khawatir, meskipun ada pergantian kepemimpinan, namun kita tetap menjadi polisi dunia, menempatkan diri kita sendiri dalam bahaya besar dengan berbagai cara."
Ron Paul benar di satu sisi, namun ia mungkin sedikit lupa bahwa Obama tidak akan pernah menjadi Presiden mereka tanpa didukung penuh oleh Zionis Yahudi. Ia didukung oleh sekelompok orang yang ingin menjadi penguasa dunia, kelompok orang yang suka menumpahkan darah dan berbuat kerusakan. Dan kelompok itu sangat ingin menghancurkan Islam.
Pada 15 Maret 2008, penulis sekaligus komedian Andy Borowitz menulis seputar isu agama apa yang dianut Obama, di Huffington Post; “Saya memeluk Yudaisme, efektif dengan segera, " Obama mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers di Scarsdale, New York bahwa ia akan mengubah nama tengah-Nya dari Hussein "menjadi" Murray."
Jelas sudah, seseorang --terutama Muslim, yang masih mempunyai mata kepala dan hati yang sehat, tentu tidak akan percaya dengan segala retorika dan manuver Obama.

(hidayatullah.com)

Selanjutnya...
Bookmark and Share
Related Posts with Thumbnails