Ust. Abu Hanifah dari DPP HTI menyampaikan bahwa tegaknya khilafah adalah agendanya Allah, bukan agendanya Hizbut Tahrir. Hal itu beliau sampaikan dalam Workshop Ulama, Kyai, Tokoh, dan Asatidz yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Cilacap, kemarin siang (Ahad, 21 Juni 2009) dengan mengutip janji Allah dalam Al-Quran surah An-Nuur ayat 55 yang artinya, ” Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
Dengan demikian tegaknya khilafah merupakan janji Allah yang telah difirmankan di dalam Al-Quran. Di samping itu juga ada bisyarah (berita gembira) yang telah disampaikan Rasulullah bahwa khilafah rasyidah yang berjalan di atas metode kenabian akan tegak kembali. Adapun Hizbut Tahrir adalah sebuah partai yang memperjuangkan terwujudnya janji Allah tersebut.
Acara yang diselenggarakan di Batik Room, Griya Patra Jl. Ir. H. Juanda No. 2 Cilacap ini dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari para Ulama, Kyai, Tokoh masyarakat, dan asatidz dari wilayah kabupaten Cilacap. Kegiatan workshop ini menutup rangkaian acara serupa yang telah diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia di berbagai kota.
Dalam sambutannya Ketua Panitia, Ponidi Rahmanto mengatakan, “Meskipun diselenggarakan di tengah suasana kampanye Pilpres tetapi acara ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilpres”.
Presentasi oleh Ust. Abu Hanifah selama sekitar 2 jam yang disampaikan dengan mengutip maqalah para Ulama Sunni tentang wajibnya menegakkan khilafah, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dilaksanakan setelah istrirahat, makan siang dan shalat dhuhur. Pada sesi ini beberapa tokoh tampak begitu antusias menyampaikan pertanyaan dan harapan.
Dari angket yang dibagikan kepada para peserta diperoleh kesimpulan bahwa para peserta workshop seluruhnya menyetujui diadakan kegiatan untuk menindaklanjuti acara ini.
Setelah pembacaan doa yang dipimpin Ust. H. Mahmood Sudiyanto, SAg, salah seorang tokoh yang selama ini mendukung perjuangan Syariah dan Khilafah, acara diakhiri dengan pembacaan hamdalah. (Pro Syariah)
Antara Jihad, Futuhat, dan Penjajahan
Untuk membenarkan tindakan biadab Israel, kelompok-kelompok liberal terus menerus berusaha memberikan citra negatif terhadap Islam. Sebaliknya selalu berusaha melegalkan tindakan biadab yang dilakukan oleh Israel. Salah satunya adalah menyamakan apa yang dilakukan oleh Israel dengan Islam seperti jihad dan futuhat (penaklukan). Islam kemudian dituding sama dengan Israel yang juga melakukan perampasan dan penjajahan. Tulisan berikut ini akan memperjelas perbedaan antara futuhat, jihad , dan penjajahan (imperialisme) [...]
Strategi AS Menghancurkan Dunia Islam
Salah satu strategi yang direkomendasikan RAND untuk merongrong gerakan kelompok-kelompok Muslim antara lain dengan mengganjal laju gerakan kelompok yang mereka sebut kelompok jihad salafis (yang berjuang yang mengikuti metode para salaf), dan Amerika menimbulkan pertentangan di kalangan mereka sendiri (di internal kelompok salafis) [...]
Aksi Ganyang Israel Dengan Jihad Dan Khilafah Di Cilacap
Kaum muslimin dari beberapa komponen bergabung dalam Aksi Ganyang Israel dengan Jihad dan Khilafah yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Cilacap, Ahad pagi (4 Januari 2009). Mereka adalah para santri dari Pondok Pesantren Darul Ishlah As-Salafiyah Gentasari Kroya, Santri Pesantren Hidayatullah Cilacap, dan anggota Himpunan Mahasiswa Syariah Institut Agama Islam Imam Ghozali Kesugihan Cilacap [...]
HTI Mitra Utama NU
Bagi bangsa Indonesia, HTI merupakan salah satu organisasi yang baru dan terbilang fenomenal karena sering tampil di layar televisi dengan posisi memberikan kritik tajam dan mendasar disertai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara [...]21 Juni 2009
Ust. Abu Hanifah : Tegaknya Khilafah adalah Agendanya Allah, bukan Agendanya Hizbut Tahrir.
Label:
Berita Daerah,
Kegiatan Dakwah
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)





0 komentar:
Poskan Komentar