Antara Jihad, Futuhat, dan Penjajahan

Untuk membenarkan tindakan biadab Israel, kelompok-kelompok liberal terus menerus berusaha memberikan citra negatif terhadap Islam. Sebaliknya selalu berusaha melegalkan tindakan biadab yang dilakukan oleh Israel. Salah satunya adalah menyamakan apa yang dilakukan oleh Israel dengan Islam seperti jihad dan futuhat (penaklukan). Islam kemudian dituding sama dengan Israel yang juga melakukan perampasan dan penjajahan. Tulisan berikut ini akan memperjelas perbedaan antara futuhat, jihad , dan penjajahan (imperialisme) [...]

Strategi AS Menghancurkan Dunia Islam

Salah satu strategi yang direkomendasikan RAND untuk merongrong gerakan kelompok-kelompok Muslim antara lain dengan mengganjal laju gerakan kelompok yang mereka sebut kelompok jihad salafis (yang berjuang yang mengikuti metode para salaf), dan Amerika menimbulkan pertentangan di kalangan mereka sendiri (di internal kelompok salafis) [...]

Aksi Ganyang Israel Dengan Jihad Dan Khilafah Di Cilacap

Kaum muslimin dari beberapa komponen bergabung dalam Aksi Ganyang Israel dengan Jihad dan Khilafah yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Cilacap, Ahad pagi (4 Januari 2009). Mereka adalah para santri dari Pondok Pesantren Darul Ishlah As-Salafiyah Gentasari Kroya, Santri Pesantren Hidayatullah Cilacap, dan anggota Himpunan Mahasiswa Syariah Institut Agama Islam Imam Ghozali Kesugihan Cilacap [...]

HTI Mitra Utama NU

Bagi bangsa Indonesia, HTI merupakan salah satu organisasi yang baru dan terbilang fenomenal karena sering tampil di layar televisi dengan posisi memberikan kritik tajam dan mendasar disertai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara [...]
)

10 Juli 2009

Bunuh Diri di Kalangan Militer AS Meningkat

Bunuh diri di kalangan militer Amerika Serikat meningkat mencapai 88 kasus pada enam bulan pertama tahun ini, dibanding 67 kasus pada periode sama 2008, menurut data Pentagon yang dikeluarkan Kamis.

Angka terakhir itu dikonfirmasikan sebagai peringatan dari para perwira tinggi AS bahwa jumlah kasus bunuh diri di kalangan tentara yang sedang menjalankan tugas aktif dalam tahun ini melewati rekor sebelumnya 2008.

Pada tahun lalu, 128 tentara mengakhiri hidupnya, atau naik dari 115 pada 2007, di tengah berulangnya pelaksanaan tugas-tugas tempur.

Kasus bunuh diri 2008 di kalangan prajurit dinas aktif meningkat menjadi 20,2 persen per 100.000, melampaui angka bunuh diri berdasarkan demografi nasional 19,5 persen per 100.000 pada 2005, menurut catatan tahun lalu.

Dari 88 kasus bunuh diri yang dilaporkan dalam tahun ini, 54 di antaranya dibenarkan dan 34 lainnya masih dalam penyelidikan, kata pernyataan Departemen Pertahanan.

Sekitar 90 persen dari kasus tersebut sebelumnya, dugaan bunuh diri telah dibenarkan, kata para pejabat.

"Setiap tentara yang bunuh diri mempunyai latar belakang yang berbeda dalam melakukan hal itu," kata Brigjen Collen McGuire, direktur satuan tugas pencegahan bunuh diri di kalangan militer.

"Meskipun bunuh diri bisa berdampak pada siapapun, kami mendapati bahwa prajurit pria, terutama dalam menjalankan tugas tempur, berusia antara 18 sampai 27 tahun yang banyak melakukannya," kata McGuire.

Pihak militer telah merespon masalah makin meningkat ini dengan menambah program pencegahan bunuh diri, termasuk upaya-upaya dalam menyaring masalah kesehatan mental tentara, serta melakukan kegiatan untuk mengurangi stigma yang mencegah tentara memerlukan perawatan berkaitan dengan masalah itu.

Trauma pertempuran berpadu dengan dampak berulangnya tugas telah menimbulkan meningkatnya rekor bunuh diri di seluruh tugas angkatan bersenjata dan khususnya pada Militer AS, yang memikul beban berat dalam perang di Irak dan Afghanistan.

sumber : antaranews

Selanjutnya...
Bookmark and Share

07 Juli 2009

Saudi Membuka Wilayahnya untuk Pesawat Militer Israel

Surat kabar Inggris Sunday Times pada edisi Ahad (5/7) hari ini mengabarkan, kepala badan intelejen Israel Mosad Mir Dajan menyatakan kepada PM Israel Benjamin Netanyahu jika Saudi Arabia memberikan izin kepada Israel sekaligus membuka wilayahnya untuk pesawat-pesawat terbang Israel.
Saudi Arabia memberikan izin dan pembukaan wilayahnya kepada Israel tersebut terkait rencana negara Zionis itu yang akan menyerang pos-pos instalasi nuklir Iran.

Mir Dajan, yang mulai menjabat sebagai kepala Mosad sejak 2002 silam itu telah melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa pejabat tinggi Saudi Arabia pada awal tahun ini. Kedua belah pihak membahas kemungkinan rencana tersebut.
Sunday Times juga menambahkan, meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik yang resmi, namun sejak tahun 2002 silam itu juga Dajan kerap mengadakan pertemuan tertutup dan terorganisir dengan para pejabat Saudi Arabia.
Terkait hal ini, John Bolton, mentan duta besar Amerika untuk PBB yang baru-baru ini mengunjungi kawasan Teluk Arab, termasuk di dalamnya Saudi Arabia, membenarkan kemungkinan besar Israel menggunakan wilayah udara Saudi untuk menyerang Iran. "Hal tersebut sangat logis," papar Bolton.
Sebelumnya, beberapa surat kabar Israel juga sering menyiarkan adanya pertemuan tertutup antara pada pejabat negerinya, semisal mantan PM Ehud Olmert, dengan para pejabat Saudi Arabia.
Terkait gonjang-ganjing ini, Saudi Arabia menampik semua berita tersebut. Kantor PM Netanyahu di Israel juga menolak kebenaran kabar tersebut.
"Israel tidak mengadakan kesepakatan dengan Saudi Arabia terkait rencana tersebut. Berita yang dilansir Sunday Times juga tidak benar," demikian disampaikan sumber kantor PM Israel sebagaimana dimuat surat kabar Israel Yedeot Ahronot.
Di pihak yang lain, kepala majlis rakyat Kuwair, Shaikh Jassim al-Khurafi juga membantah warta yang menyebutkan Kuwait memberikan izin kepada Israel untuk melewati wilayah udara negaranya.
"Kuwait tidak melakukan pertemuan terkait masalah ini sama sekali dengan Israel," tutur al-Khurafi.
Bantahan al-Khurafi tersebut disampaikan menyusul beredarnya berita di beberapa surat kabar Israel jika negara-negara Teluk Arab membuka wilayahnya dan mengizinkan Israel untuk melewatinya.

sumber : eramuslim

Selanjutnya...
Bookmark and Share

02 Juli 2009

Vatikan : Sistem Keuangan Islam Menjadi Alternative Kapitalisme

Vatikan menawarkan prinsip-prinsip keuangan Islam kepada bank-bank di Barat, yang sekarang menghadapi krisis, dan sebagai alternative bagi sistem kapitalisme. Pernyataan yang mengejutkan itu, dilansir oleh harian milik Vatikan, ‘L’Osservatore Romano’, yang membuat laporan, di mana sistem bank Islam dapat menolong krisis global. Pernyataan harian ‘L’Osservatore Romano’ itu, seperti dikutip harian-harian di Turki.

Vatikan menyatakan, bank-bank dapat melihat prinsip-prinsip sistem ekonomi Islam, guna menyelamatkan sistem perbankan mereka yang sekarang ini dilanda krisis ekonomi secara global. Para bankir yang menangani bank-bank konvensional, yang sedang bergelut dengan krisis, sekarang dapat mengambil pelajaran dari sistem keuangan Islam, bagaimana mereka berhubungan dengan para client (nasabah) mereka secara baik, di tengah-tengah krisis ekonomi yang terus menghantui. Sementara itu, pejabat Vatikan, menilai tulisan di harian ‘L’Osservatore Romano’ itu, memberikan perhatian terhadap artikel itu.
Penulis di harian itu, Loretta Napoleoni dan Abax bank, yang menulis artikel itu, menyatakan, ‘Bank-bank di barat dapat menggunakan instrument seperti sukuk’, ujar Loretta. Sukuk dapat mendanai, ‘Industri mobil atau Olimpiade di London’, tambahnya. Loretta melanjutkan, melalui sukuk akan mendapatkan keuntungan, tanpa harus menggunakan riba. Sukuk dapat menggantikan sistem riba, yang sekarang ini menjadi malapetakan ekonomi secara global, tambahnya.
Sistem sukuk di dalam Islam berbeda dengan bon di dalam sistem kapitalis. Sukuk lebih konkrit, investasi uang yang digunakan mendanai berbagai projek, dan keuntungan dapat dibagikan kepada pemiliki uang dan yang menjalankan projek.
Semenetara itu, Paus Benedict XVI, 7 Otkober 2008, yang lalu, mengatakan, resesi pasar uang global, menyatakan, ‘Uang sudah berakhir’, ucap Paus. Selanjutnya, Paus menambahkan, ‘Hanya perkataan Tuhan yang benar’, tambahnya. Vatikan sendiri mempunyai perhatian yang sangat serius atas krisis ekonomi global saat sekarang ini.

Sumber : eramuslim.com

Berita terkait :
Vatikan: Perbankan Barat harus Melihat Sistem yang Dijalankan Bank Islam

Selanjutnya...
Bookmark and Share

01 Juli 2009

Pemerhati Masalah Perempuan : Kesetaraan Jender Ternyata Ciptakan Eksploitasi Terhadap Perempuan

Pemerhati Masalah Perempuan, Asri Supatmiati di Jayapura, Rabu menyatakan, gagasan kesetaraan jender yang saat ini banyak diusung kaum feminis ternyata hanya menciptakan jalan untuk mengeksploitasi para perempuan.

"Para feminis ini menghendaki agar kaum perempuan diberi hak-hak yang setara dengan laki-laki dengan menghilangkan diskriminasi," ujarnya.

Selanjutnya dia menjelaskan, para feminis menganggap kewajiban para perempuan di dalam kehidupan rumah tangga sebagai beban yang menghambat kemandirian sehingga harus disingkirkan walaupun dengan cara mereduksi nilai-nilai budaya dan agama. Misalnya peran sebagai ibu untuk mengandung, menyusui, mendidik anak dan mengatur urusan rumah tangga.
Sementara itu, sistem kehidupan kapitalisme yang saat ini diterapkan hampir di seluruh bidang kehidupan masyarakat, menuntut para perempuan juga harus mampu menghasilkan materi sebagai perwujudan eksistensi dan aktualisasi diri mereka di ranah publik.

Akibatnya, perempuan yang berusaha menunjukkan jati dirinya di dunia kerja yang pekat dengan nilai-nilai kapitalisme dengan meninggalkan kehidupan domestik justru terjebak dalam sistem kehidupan ini sehingga memurukkan harkat dan martabatnya.

"Para perempuan ini, antara sadar dan tidak, menjadi ujung tombak dalam sistem ekonomi kapitalisme. Jadi model, sales promotion girl, public relation sampai profesi sebagai pelobi hampir selalu berada di pundak mereka untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah," tandas Asri.

Di sisi lain, perempuan terdidik yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi, tidak luput dari lingkaran eksploitasi. Menurut Asri, tenaga dan pikiran mereka diperas habis-habisan untuk menggerakkan roda-roda perekonomian dengan lebih banyak menghabiskan waktu di gedung-gedung perkantoran daripada di rumah.

Bahkan, eksistensi perempuan di ranah publik kapitelisme justru semakin mendudukkan posisi mereka dalam kubangan libido laki-laki yang tidak punya benteng iman dan takwa.

Oleh karena itu, Asri menegaskan gagasan kesetaraan jender adalah racun bagi kaum perempuan sendiri.

Gagasan yang berasal dari dunia barat ini, bukan merupakan jalan terbaik untuk mengentaskan persoalan perempuan.

Sebaliknya, menyetarakan posisi perempuan dan laki-laki menimbulkan persoalan baru bagi perempuan dan bahkan masyarakat pada umumnya. Seperti tingginya angka perceraian yang melahirkan orang tua tunggal, rendahnya angka natalitas, maraknya pelecehan seksual terhadap perempuan dan lain sebagainya.

"Masyarakat jangan tertipu dengan ide kesetaraan jender, jika ingin menyelamatkan generasi dan bangsa dari kehancuran," tegas Asri.(*)

sumber : Antaranews

Selanjutnya...
Bookmark and Share

26 Juni 2009

Akal Busuk AS Coba Suap Dunia Islam

Menteri luar negeri Hillary Rodham Clinton telah menunjuk Farah Pandith sebagai perwakilan khusus bagi komunitas Muslim, memimpin kantor baru yang bertanggung jawab merangkul umat Muslim di seluruh dunia.

Menurut isi pernyataan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri 23 Juni lalu, Perwakilan Khusus Pandith dan stafnya akan menjalankan upaya Clinton untuk “menjalin komunikasi dengan umat Muslim di seluruh dunia di level perorangan dan organisasi.”
Sebelumnya, Pandith adalah seorang penasihat kerjasama Muslim di departemen luar negeri, menjabat sebagai penasihat senior bagi asisten menteri luar negeri untuk urusan Eropa dan EurAsia. Ia juga pernah bekerja di Dewan Keamanan Nasional sebagai koordinator kebijakan AS dalam merangkul umat muslim, dan bekerja di Agensi AS untuk Pembangunan Internasional (U.S. Agency for International Development) dalam proyek-proyek bantuan untuk Irak, Afghanistan, dan Palestina.

Ketika menjabat sebagai penasihat senior untuk urusan Eropa dan EurAsia, tugas utama Pandith adalah memimpin sebuah gerakan yang menunjukkan pada umat Muslim di Eropa bagaimana caranya untuk melebur ke dalam masyarakat dan budaya Eropa. Beberapa upaya yang termasuk di dalamnya antara lain mempertemukan Muslim Amerika dengan Muslim Eropa dan membantu mereka “menghancurkan stereotype” dan mengakhiri “isolasi diri”.

Pandith, yang merupakan seorang Muslim, berimigrasi ke AS bersama orangtuanya dari Srinigar, India. Ia melihat pengalaman pribadinya sebagai sebuah ilustrasi tentang bagaimana imigran Muslim dapat mengintegrasikan dirinya dengan sukses ke dalam masyarakat Amerika.

Ia berkata bahwa sejalan dengan pentingnya pendidikan, “Saya juga belajar untuk menyeimbangkan rasa bangga terhadap warisan budaya saya dengan keterikatan yang dalam dengan nilai-nilai Amerika.”

Dalam pidatonya tanggal 4 Juni di Kairo, presiden Obama mengatakan bahwa ia sedang mencari “awal baru” antara AS dan Muslim “berdasarkan kepentingan bersama dan saling menghormati, serta berdasarkan kebenaran bahwa Amerika dan Islam tidak eksklusif dan tidak harus saling berkompetisi.”

AS dan Islam berbagi prinsip umum yang sama tentang keadilan, perkembangan, toleransi, dan “harga diri semua umat manusia,” ujar Obama. Ia juga mendorong rakyat Amerika dan Muslim untuk berkomitmen dalam “upaya berkelanjutan untuk menemukan landasan bersama, untuk fokus pada masa depan bagi anak cucu kita, dan untuk menghormati harga diri semua manusia.”

Duta Besar Baru untuk Damaskus: Refleksi atas Peran Syria di Timur Tengah

Juru bicara departemen luar negeri, Ian Kelly, mengumumkan pada 24 Juni lalu bahwa pemerintahan Obama telah memutuskan untuk menunjuk seorang duta besar untuk Syria sebagai bagian dari sebuah “evolusi alamiah” dari kerjasamanya kembali dengan pemerintahan presiden Bashar al-Assad. Posisi itu telah kosong sejak 2005 ketika duta besar AS sebelumnya ditarik setelah terjadi pembunuhan terhadap perdana menteri Lebanon Rafiq Hariri.

“Kami siap untuk melangkah maju bersama Syria untuk meningkatkan kepentingan kita melalui dialog langsung dan berkelanjutan,” ujar Kelly, menambahkan bahwa AS terus memiliki kekhawatiran tentang peran Syria di Timur Tengah. “Kmai berpikir bahwa salah satu jalan untuk mengatasi kekhawatiran itu adalah dengan memiliki duta besar di Damaskus.”

Kelly mengatakan bahwa pejabat Syria telah diberitahu mengenai keputusan itu pada 23 Juni kemarin.

“Keputusan ini mencerminkan pengakuan pemerintah akan peran penting Syria di kawasan Timur Tengah. Dan tentu saja kami berharap mereka akan terus memainkan peran membangun itu untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan."

Dikutip oleh Pro Syariah dari www.suaramedia.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

25 Juni 2009

Brent Scowcroft: AS Kerahkan Agen-Agen Intelijennya ke Iran

Mantan penasehat keamanan nasional AS pada masa Presiden George W. Bush, Brent Scowcroft mengungkapkan bahwa AS telah menempatkan agen-agen intelejennya di Iran dan bukan tidak mungkin agen-agen intelejen AS itu terlibat dalam kekacauan di Iran saat ini pasca pemilu yang dimenangkan Mahmoud Ahmadinejad.

"Mungkin saja mereka melakukannya. Siapa tahu?" kata Scowcroft dalam acara Fault Lines yang disiarkan televisi Al Jazeera.Meski demikian, ia menyatakan ragu agen-agen intelejen AS membantu para pengunjuk rasa dari kelompok oposisi dan mampu menembus kekuatan pasukan Garda Revolusi, kepolisian Iran dan pasukan-pasukan milisi di Iran, yang menurut Scowcroft sangat solid.

Ia mengatakan, Washington mengirimkan agen-agennya ke Iran sehari setelah presiden AS mengeluarkan pernyaataan kerasnya terhadap Iran.

AS punya catatan buruk di Iran. Tahun 1953, agen-agen CIA bekerjasama dengan agen-agen Inggris merancang kudeta terhadap Perdana Menteri Iran Mossadegh, karena kebijakan nasionalisasi minyak Iran yang dikuasai oleh perusahaan Inggris.

Sementara itu, Komite Anggaran di DPR AS hari Rabu kemarin mengusulkan voting untuk melarang Bank Expor Impor AS membantu perusahaan-perusahaan yang mengekspor bahan bakar ke Iran atau membantu produksi minyak Iran.

Saat ini, perusahaan-perusahaan seperti Vitol dari Swiss, Trafigura perusahaan patungan Swiss-Belanda, Total asal Prancis, Glencore asal Swiss, British Petroleum dan perusahaan India,Reliance adalah pemasok utama kebutuhan bakar ke Iran.

Anggota DPR AS dari Partai Republik, Mark Kirk mengatakan, AS tidak boleh menggunakan uang dari hasil pajaknya untuk membantu perekonomian Iran. "Tahun 2007 dan 2008, Bank Ekspor Impor AS menyetujui dua jaminan pinjaman senilai 900 juta dollar pada perusahaan Reliance untuk memperbesar penambangan minyaknya. Perusahaan ini memasok sepertiga impor bahan bakar ke Iran," demikian pernyataan Kirk.

Impor bahan bakar ke Iran dan ekspor minyak Iran menjadi target AS untuk menekan pemerintah Iran. Bahkan sebelum pemilu, AS menegaskan akan menghambat impor bahan bakar ke Iran sebagai tekanan agar Iran menghentikan program nuklirnya.

Sumber : eramuslim.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

21 Juni 2009

Ust. Abu Hanifah : Tegaknya Khilafah adalah Agendanya Allah, bukan Agendanya Hizbut Tahrir.

Ust. Abu Hanifah dari DPP HTI menyampaikan bahwa tegaknya khilafah adalah agendanya Allah, bukan agendanya Hizbut Tahrir. Hal itu beliau sampaikan dalam Workshop Ulama, Kyai, Tokoh, dan Asatidz yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Cilacap, kemarin siang (Ahad, 21 Juni 2009) dengan mengutip janji Allah dalam Al-Quran surah An-Nuur ayat 55 yang artinya, ” Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
Dengan demikian tegaknya khilafah merupakan janji Allah yang telah difirmankan di dalam Al-Quran. Di samping itu juga ada bisyarah (berita gembira) yang telah disampaikan Rasulullah bahwa khilafah rasyidah yang berjalan di atas metode kenabian akan tegak kembali. Adapun Hizbut Tahrir adalah sebuah partai yang memperjuangkan terwujudnya janji Allah tersebut.

Acara yang diselenggarakan di Batik Room, Griya Patra Jl. Ir. H. Juanda No. 2 Cilacap ini dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari para Ulama, Kyai, Tokoh masyarakat, dan asatidz dari wilayah kabupaten Cilacap. Kegiatan workshop ini menutup rangkaian acara serupa yang telah diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia di berbagai kota.

Dalam sambutannya Ketua Panitia, Ponidi Rahmanto mengatakan, “Meskipun diselenggarakan di tengah suasana kampanye Pilpres tetapi acara ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilpres”.

Presentasi oleh Ust. Abu Hanifah selama sekitar 2 jam yang disampaikan dengan mengutip maqalah para Ulama Sunni tentang wajibnya menegakkan khilafah, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dilaksanakan setelah istrirahat, makan siang dan shalat dhuhur. Pada sesi ini beberapa tokoh tampak begitu antusias menyampaikan pertanyaan dan harapan.

Dari angket yang dibagikan kepada para peserta diperoleh kesimpulan bahwa para peserta workshop seluruhnya menyetujui diadakan kegiatan untuk menindaklanjuti acara ini.

Setelah pembacaan doa yang dipimpin Ust. H. Mahmood Sudiyanto, SAg, salah seorang tokoh yang selama ini mendukung perjuangan Syariah dan Khilafah, acara diakhiri dengan pembacaan hamdalah. (Pro Syariah)

Selanjutnya...
Bookmark and Share