Antara Jihad, Futuhat, dan Penjajahan

Untuk membenarkan tindakan biadab Israel, kelompok-kelompok liberal terus menerus berusaha memberikan citra negatif terhadap Islam. Sebaliknya selalu berusaha melegalkan tindakan biadab yang dilakukan oleh Israel. Salah satunya adalah menyamakan apa yang dilakukan oleh Israel dengan Islam seperti jihad dan futuhat (penaklukan). Islam kemudian dituding sama dengan Israel yang juga melakukan perampasan dan penjajahan. Tulisan berikut ini akan memperjelas perbedaan antara futuhat, jihad , dan penjajahan (imperialisme) [...]

Strategi AS Menghancurkan Dunia Islam

Salah satu strategi yang direkomendasikan RAND untuk merongrong gerakan kelompok-kelompok Muslim antara lain dengan mengganjal laju gerakan kelompok yang mereka sebut kelompok jihad salafis (yang berjuang yang mengikuti metode para salaf), dan Amerika menimbulkan pertentangan di kalangan mereka sendiri (di internal kelompok salafis) [...]

Aksi Ganyang Israel Dengan Jihad Dan Khilafah Di Cilacap

Kaum muslimin dari beberapa komponen bergabung dalam Aksi Ganyang Israel dengan Jihad dan Khilafah yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Cilacap, Ahad pagi (4 Januari 2009). Mereka adalah para santri dari Pondok Pesantren Darul Ishlah As-Salafiyah Gentasari Kroya, Santri Pesantren Hidayatullah Cilacap, dan anggota Himpunan Mahasiswa Syariah Institut Agama Islam Imam Ghozali Kesugihan Cilacap [...]

HTI Mitra Utama NU

Bagi bangsa Indonesia, HTI merupakan salah satu organisasi yang baru dan terbilang fenomenal karena sering tampil di layar televisi dengan posisi memberikan kritik tajam dan mendasar disertai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara [...]
)

13 Oktober 2009

Gus Lubab Berpulang

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami baru saja menerima berita duka. Salah seorang cendekiawan muda Cilacap, Ust. Muhammad Lubab Al-Mubahitsin Sya’bani atau akrab disapa Gus Lubab, dosen IAIIG Kesugihan, wafat. Menurut informasi sementara yang berhasil kami himpun dari salah seorang rekan beliau Dosen IAIIG, Drs. Fuad Aljihad, Gus Lubab menderita sakit sejak beberapa waktu lalu dan tengah dirawat di Rumash Sakit Margono Sukarjo Purwokerto.

Beliau pernah bersama - sama hadir dalam Seminar Regional dengan tema “Reaktualisasi Ajaran Aswaja dalam Kehidupan Berbagsa dan Bernegara” yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Fiel Kesugihan Cilacap bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Syari’ah Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Kesugihan Cilacap, bersama Ust. M. Shiddiq Al-Jawi dari DPP Hizbut Tahrir Indonesia pada Rabu 24 Desember 2008. Beliau juga pernah menjadi pembicara bersama Ust. Husein Mathla dari Mathla Institut Semarang dalam acara bedah buku "Demokrasi Tersandra" yang diselenggarakan pada bulan Ramadhan 1429H di Masjid Agung Daarussalam oleh DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Cilacap.
Dalam pesan via smsnya Pengurus DPD II Hizbut-Tahrir Indonesia Cilacap, menyampaikan bela sungkawa yang dalam atas meninggalnya beliau, teriring do'a semoga Allah menerima amal shalih beliau, mengampuni semua kekhilafan dan memberi beliau tempat yang mulia disisiNya.

Selanjutnya...
Bookmark and Share

07 Agustus 2009

SOSIALISASI MUKTAMAR ULAMA NASIONAL DI CILACAP

Sejumlah tokoh dan ulama Cilacap Ahad 2 Agustus 2009 kemarin mengikuti Sosialisasi dan Pembahasan Hasil Muktamar Ulama Nasional di Aula Masjid Al – Firdaus Jl. Ketapang Gumilir Cilacap. Tampil sebagai pembicara Ust. H. Parlan, B.A. salah seorang mubaligh Cilacap yang pada 21 Juli lalu ikut hadir dalam Muktamar Ulama Nasional di Istora Senayan Jakarta. Sementara dari DPD II Hizbut Tahrir Cilacap diwakili oleh Ketua Tim Gugus Tugas Ulama dan Kyai Ust. M. Zahid Farhan.

Dalam kesempatan tersebut disamping menyampaikan hasil muktamar Ust. Parlan juga mengajak para tokoh untuk ikut mendukung perjuangan Hizbut Tahrir dengan ikut menyebarkan opini Syariah dan Khilafah. “Saya tidak hanya nyuruh – nyuruh. Tapi saya sudah mensosialisasikan hal ini ke tokoh – tokoh di Cilacap,” kata beliau.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang tokoh yaitu Ust. Kodri SA, tampak tidak bisa menyembunyikan rasa harunya setelah mengetahui kegigihan anak – anak muda Hizbut – Tahrir memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah. Salah seorang tokoh yang lain, yaitu Ust. Ropingi mengharap agar HTI lebih banyak melakukan kontak agar opini Syariah dan Khilafah semakin dipahami oleh masyarakat banyak. Bahkan beliau menawarkan masjid di lingkungan tempat tinggalnya untuk digunakan bagi sosialisasi hasil Muktamar Ulama Nasional lebih lanjut. Hal ini disambut baik oleh Ust. M. Zahid Farhan mewakili DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Cilacap. Ust. Farhan juga menyampaikan, “Selama ini kami telah bersaha untuk menjalin ukhuwah dengan para tokoh. Tetapi masih ada sejumlah kendala yang menjadikan usaha ini belum berhasil secara maksimal. Dengan dukungan bapak-bapak para Alim Ulama inilah kami berharap usaha ini akan bisa lebih berhasil lagi…”
Di samping penyampaian presentasi oleh pembicara, acara sosialisasi pada Ahad bagi kemarin itu diisi pula dengan pemutaran film dokumentasi Muktamar Ulama Nasional dan film-film lain tentang perjuangan Syariah dan Khilafah. (Pro Syariah)


Selanjutnya...
Bookmark and Share

04 Agustus 2009

Siapakah Ulil Amri Minkum Yang Sebenarnya?

Oleh : Ihsan Tandjung

Di dalam Al-Qur’an terdapat sebuah ayat yang sangat sering dikutip oleh para politisi Partai Islam terutama di musim kampanye menjelang Pemilu. Namun yang kita sayangkan ialah umumnya mereka mengutip ayat tersebut secara tidak lengkap alias sepotong saja. Lengkapnya ayat tersebut berbunyi sebagai berikut:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ

إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا



”Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisa ayat 59)
Mengapa ayat ini begitu populer dikumandangkan para jurkam di musim kampanye? Karena di dalamnya terkandung perintah Allah agar ummat taat kepada Ulil Amri Minkum (para pemimpin di antara kalian atau para pemimpin di antara orang-orang beriman). Sedangkan para politisi partai tadi meyakini jika diri mereka terpilih menjadi wakil rakyat atau pemimpin sosial berarti mereka dengan segera akan diperlakukan sebagai bagian dari Ulil Amri Minkum. Dan hal itu akan menyebabkan mereka memiliki keistimewaan untuk ditaati oleh para konstituen. Selain orang-orang yang sibuk menghamba kepada Allah semata, mana ada manusia yang tidak suka dirinya mendapatkan ketaatan ummat? Itulah sebabnya ayat ini sering dikutip di musim kampanye. Namun sayang, mereka umumnya hanya mengutip sebaian saja yaitu:



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُم



”Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS An-Nisa ayat 59)



Mereka biasanya hanya membacakan ayat tersebut hingga kata-kata Ulil Amri Minkum. Bagian sesudahnya jarang dikutip. Padahal justru bagian selanjutnya yang sangat penting. Mengapa? Karena justru bagian itulah yang menjelaskan ciri-ciri utama Ulil Amri Minkum. Bagian itulah yang menjadikan kita memahami siapa yang sebenarnya Ulil Amri Minkum dan siapa yang bukan. Bagian itulah yang akan menentukan apakah fulan-fulan yang berkampanye tersebut pantas atau tidak memperoleh ketaatan ummat.



Dalam bagian selanjutnya Allah berfirman:



فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ

إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا



”Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisa ayat 59)



Allah menjelaskan bahwa ciri-ciri utama Ulil Amri Minkum yang sebenarnya ialah komitmen untuk selalu mengembalikan segenap urusan yang diperselisihkan kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). Para pemimpin sejati di antara orang-orang beriman tidak mungkin akan rela menyelesaikan berbagai urusan kepada selain Al-Qur’an dan Sunnah Ar-Rasul. Sebab mereka sangat faham dan meyakini pesan Allah:



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ

وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ



”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Hujurat ayat 1)



Sehingga kita jumpai dalam catatan sejarah bagaimana seorang Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu di masa paceklik mengeluarkan sebuah kebijakan ijtihadi berupa larangan bagi kaum wanita beriman untuk meminta mahar yang memberatkan kaum pria beriman yang mau menikah. Tiba-tiba seorang wanita beriman mengangkat suaranya mengkritik kebijakan Khalifah seraya mengutip firman Allah yang mengizinkan kaum mu’minat untuk menentukan mahar sesuka hati mereka. Maka Amirul Mu’minin langsung ber-istighfar dan berkata: ”Wanita itu benar dan Umar salah. Maka dengan ini kebijakan tersebut saya cabut kembali...!” Subhanallah, demikianlah komitmen para pendahulu kita dalam hal mentaati Allah dan RasulNya dalam segenap perkara yang diperselisihkan.



Adapun dalam kehidupan kita dewasa ini segenap sistem hidup yang diberlakukan di berbagai negara –baik negara Muslim maupun Kafir- ialah mengembalikan segenap urusan yang diperselisihkan kepada selain Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya). Tidak kita jumpai satupun tatanan kehidupan modern yang jelas-jelas menyebutkan bahwa ideologi yang diberlakukan ialah ideologi Islam yang intinya ialah mendahulukan berbagai ketetapan Allah dan RasulNya sebelum yang lainnya. Malah sebaliknya, kita temukan semua negara modern yang eksis dewasa ini memiliki konstitusi buatan manusia, selain Al-Qur’an dan AsSunnah An-Nabawiyyah, yang menjadi rujukan utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Seolah manusia mampu merumuskan konstitusi yang lebih baik dan lebih benar daripada sumber utama konstitusi yang datang dari Allah subhaanahu wa ta’aala.



Bila demikian keadaannya, berarti tidak ada satupun pemimpin negeri di negara manapun yang ada dewasa ini layak disebut sebagai Ulil Amri Minkum yang sebenarnya. Pantaslah bilamana mereka dijuluki sebagai Mulkan Jabbriyyan sebagaimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebutkan dalam hadits beliau. Mulkan Jabbriyyan artinya para penguasa yang memaksakan kehendaknya seraya tentunya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya. Adapun masyarakat luas yang mentaati mereka berarti telah menjadikan para pemimpin tersebut sebagai para Thoghut, yaitu fihak selain Allah yang memiliki sedikit otoritas namun berlaku melampaui batas sehingga menuntut ketaatan ummat sebagaimana layaknya mentaati Allah. Na’udzubillahi min dzaalika.



Keadaan ini mengingatkan kita akan peringatan Allah mengenai kaum munafik yang mengaku beriman namun tidak kunjung meninggalkan ketaatan kepada Thoghut. Padahal Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk meninggalkan para Thoghut bila benar imannya.



أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آَمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ

وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ

وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا<



”Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS An-Nisa ayat 60)



Sungguh dalam kelak nanti di neraka penyesalan mereka yang telah mentaati para pembesar dan pemimpin yang tidak menjadikan Allah dan RasulNya sebagai tempat kembali dalam menyelesaikan segenap perkara kehidupan.

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا

رَبَّنَا آَتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا



”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar". (QS Al-Ahzab ayat 66-68)

Dikutip dari eramuslim

Selanjutnya...
Bookmark and Share

29 Juli 2009

Eks Dansatgas Bais 75% Yakin, Bom Marriott Ada Keterlibatan Asing

Mantan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Badan Intelejen Strategis (BAIS) Mayjen (purn) Abdul Salam mengaku siap menjadi relawan bagi aparat untuk mengungkap kasus pemboman JW Marriot dan Ritz Charlton yang terjadi pada Jumat pekan lalu.

"Saya jadi relawan membantu aparat," ujar Abdul Salam di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (23/7/2009).

Salam memperkirakan, pada bulan Juli, Agustus dan September tidak akan terjadi kegiatan aksi terorisme seperti yang terjadi pada kedua hotel kelas atas itu.

"Aparatnya sudah siaga. Jadi kalau lengah pasti mereka bermain. Sekarang kita cari motivasinya apa?" kata dia.

Salam belum bisa memastikan terjadinya kecolongan informasi pada intelijen sehingga menyebabkan terjadinya pengeboman yang menyebabkan tewasnya 9 orang itu.

"Tergantung evaluasi. Kalau ada bom itu berarti belum maksimal," tegasnya.

Lebih lanjut, Salam menjelaskan bahwa tidak mungkin Noordin M Top bertindak atas kemauan sendiri untuk melakukan aksinya.

"Mungkin itu sebagai pelaku, tapi di atasnya siapa? Masa dilakukan tanpa kepentingan? Tujuannya apa? Masa mau mengorbankan dirinya?" tanya dia.

Salam menegaskan kembali adanya keterlibatan asing dalam berbagai ancaman yang terjadi di Indonesia.

"Saya katakan 75 persen ada benarnya, dan intelijen asing sudah bergentayangan di Indonesia, tapi kita belum bisa buktikan secara riil, makanya saya menawarkan diri jadi relawan," pungkasnya.

sumber : muslimdaily

Selanjutnya...
Bookmark and Share

28 Juli 2009

David Miliband : Perang Melawan Taliban akan Sukses jika Taliban dipecahbelah

Apalagi yang dilakukan Barat untuk menguasai negeri Muslim jika tidak dengan cara memecah belah. Strategi pecah belah ala kolonialisme itu secara terbuka dilontarkan oleh Menlu Inggris David Miliband dalam pidatonya di markas besar NATO di Brussel, Belgia, Senin (27/7).
Pada kesempatan itu, Miliband mengatakan untuk memaksa Taliban menyerah tidak cukup dengan kekuatan besar dan perlawanan senjata saja. "Kita harus bekerja sama dengan pemerintah Afghanistan untuk memisahkan antara Taliban yang menganut ideologi garis keras dengan Taliban yang bisa diajak untuk ikut serta dalam proses politik di dalam negeri," kata Miliband.

Ia meyakini bahwa strategi memecah belah Taliban merupakan kunci untuk memenangkan perang di Afghanistan melawan Taliban. "Dengan bantuan dunia internasional, perang melawan Taliban akan sukses jika Taliban dipecahbelah menjadi beberapa kelompok dan dengan meyakinkan rakyat Afghanistan bahwa kita tidak akan meninggalkan mereka sendiri di tengah Taliban. Selain itu, harus dibangun pemerintahan yang memiliki legitimasi di Afghanistan," tukas Miliband.
Menurutnya, kelompok nasionalis Pashtun - salah satu suku di Afghanistan - yang ingin menerapkan hukum Islam secara lokal, harus dipisahkan dari kelompok-kelompok yang gemar melakukan kekerasan dengan dalih jihad global. Kelompok nasionalis itu, kata Miliband, juga harus diberikan peran politik yang cukup agar mereka meninggalkan cara-cara konfrontasi dengan pemerintah.
Di sini, Miliband mendesak pemerintah Afghanistan yang saat ini dipimpin oleh Presiden Hamid Karzai - presiden Afghanistan yang didukung Barat - untuk merangkul para militan yang mengangkat senjata demi uang, karena tidak memiliki pekerjaan atau terpaksa ikut terlibat dalam perlawanan.
Bersamaan dengan pernyataan Menlu Inggris, Presiden Afghanistan Hamid Karzai berhasil membujuk kelompok Taliban di provinsi Badghis untuk menandatangani kesepakatan gencatan senjata, yang menjadi kesepakatan pertama yang berhasil dicapai anatara pemerintah Afghanistan dan kelompok Taliban.
"Gencatan senjata sudah dilakukan sejak hari Sabtu kemarin di distrik Bala Murghab, provinsi Badghis lewat mediasi antara pihak pemerintah dengan para sesepuh dan pemuka masyarakat di provinsi itu," kata jubir Karzai, Siamak Herawi.
Negosiasi berlangsung selama hampir 20 hari sebelum kedua belah pihak menandatangani dokumen kesepakatan, disusul dengan penarikan mundur militan Taliban dari wilayah Bala Murghab. Berdasarkan isi kesepakatan, Taliban di wilayah tersebut setuju untuk tidak melakukan serangan terhadap para kandidat peserta pemilu dari provinsi Badghis dan mengijinkan berdirinya kantor-kantor yang akan menjadi posko kampanye para kandidat.
"Di seluruh Afghanistan, baru di provinsi ini kami mencapai kesepakatan dengan Taliban. Kesepakatan ini akan menjadi model di provinsi-provinsi lainnya," kata Herawi.
Kelompok Taliban di provinsi Badghis termasuk kelompok yang agresif melakukan perlawanan terhadap kepentingan-kepentingan pemerintahan Afghanistan maupun terhadap pasukan Barat. Pada November 2008, Taliban di kawasan ini menyerang konvoi militer yang menewaskan 13 tentara dan polisi Afghanistan.
Apakah kelompok Taliban di wilayah lain akan mengikuti kesepakatan antara militan Taliban di Badghis dengan pemerintah Afghanistan dan menjadi awal perpecahan di kalangan para militan Taliban? Sulit diprediksi mengingat Taliban sendiri terdiri dari banyak kelompok. Tapi pimpinan Taliban Afghanistan Mullah Omar, berupaya melakukan sentralisasi sistem komando Taliban dalam buku "kode etik" Taliban baru yang dirilis hari Senin kemarin.

sumber : eramuslim

Selanjutnya...
Bookmark and Share

23 Juli 2009

Gedung Putih Akui Kondisi Suram Perekonomian AS

Sebagaimana dilansir kantor berita Associated Press (AP), laporan musim panas anggaran tahunan pemerintah AS memperlihatkan defisit anggaran, pengangguran, dan menurunnya pertumbuhan ekonomi di negara itu.

Realita ini jelas berbeda jauh dengan prediksi Presiden AS, Barack Obama pada Februari lalu. Kondisi ini dapat menjadi kendala bagi pengesahan sejumlah draft usulan Obama tentang pemanasan global dan reformasi di bidang kesehatan oleh Kongres.

Pemerintahan Obama awal tahun ini memprediksikan angka pengangguran sebesar sembilan persen tanpa memperhatikan pengaruh paket stimulus ekonomi dan delapan persen dengan melihat dampak paket tersebut.

Kendati Kongres telah mensahkan paket stimulus ekonomi 787 miliar USD, angka pengangguran diperkirakan akan mencapai dua digit pada bulan-bulan mendatang

Sumber : Hidayatullah.com

Selanjutnya...
Bookmark and Share

10 Juli 2009

Bunuh Diri di Kalangan Militer AS Meningkat

Bunuh diri di kalangan militer Amerika Serikat meningkat mencapai 88 kasus pada enam bulan pertama tahun ini, dibanding 67 kasus pada periode sama 2008, menurut data Pentagon yang dikeluarkan Kamis.

Angka terakhir itu dikonfirmasikan sebagai peringatan dari para perwira tinggi AS bahwa jumlah kasus bunuh diri di kalangan tentara yang sedang menjalankan tugas aktif dalam tahun ini melewati rekor sebelumnya 2008.

Pada tahun lalu, 128 tentara mengakhiri hidupnya, atau naik dari 115 pada 2007, di tengah berulangnya pelaksanaan tugas-tugas tempur.

Kasus bunuh diri 2008 di kalangan prajurit dinas aktif meningkat menjadi 20,2 persen per 100.000, melampaui angka bunuh diri berdasarkan demografi nasional 19,5 persen per 100.000 pada 2005, menurut catatan tahun lalu.

Dari 88 kasus bunuh diri yang dilaporkan dalam tahun ini, 54 di antaranya dibenarkan dan 34 lainnya masih dalam penyelidikan, kata pernyataan Departemen Pertahanan.

Sekitar 90 persen dari kasus tersebut sebelumnya, dugaan bunuh diri telah dibenarkan, kata para pejabat.

"Setiap tentara yang bunuh diri mempunyai latar belakang yang berbeda dalam melakukan hal itu," kata Brigjen Collen McGuire, direktur satuan tugas pencegahan bunuh diri di kalangan militer.

"Meskipun bunuh diri bisa berdampak pada siapapun, kami mendapati bahwa prajurit pria, terutama dalam menjalankan tugas tempur, berusia antara 18 sampai 27 tahun yang banyak melakukannya," kata McGuire.

Pihak militer telah merespon masalah makin meningkat ini dengan menambah program pencegahan bunuh diri, termasuk upaya-upaya dalam menyaring masalah kesehatan mental tentara, serta melakukan kegiatan untuk mengurangi stigma yang mencegah tentara memerlukan perawatan berkaitan dengan masalah itu.

Trauma pertempuran berpadu dengan dampak berulangnya tugas telah menimbulkan meningkatnya rekor bunuh diri di seluruh tugas angkatan bersenjata dan khususnya pada Militer AS, yang memikul beban berat dalam perang di Irak dan Afghanistan.

sumber : antaranews

Selanjutnya...
Bookmark and Share